Generasi.co, Kumamoto – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, Selasa (28/7), memicu kerusakan luas, kebakaran, serta operasi penyelamatan besar-besaran. Sedikitnya dua orang dilaporkan tewas, puluhan lainnya terluka, sementara sekitar 300 ribu warga diminta mengungsi.
Gempa yang terjadi pada pukul 16.30 waktu setempat itu semula dilaporkan bermagnitudo 7,1. Namun, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) kemudian merevisinya menjadi magnitudo 6,8. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan setelah gempa, tetapi kemudian dicabut.
Hingga Rabu dini hari, lebih dari 60 gempa susulan tercatat mengguncang wilayah tersebut. Badan Meteorologi Jepang memperingatkan warga agar tetap waspada terhadap gempa susulan yang masih berpotensi terjadi dan dapat menghambat proses evakuasi maupun penyelamatan.
Pusat gempa berada di dekat Kota Uto, sekitar 48 kilometer barat daya Kota Kumamoto. Guncangannya bahkan dilaporkan terasa hingga Korea Selatan.
Kerusakan terjadi di berbagai lokasi. Bangunan roboh, jalan mengalami kerusakan, pasokan listrik terputus di ribuan rumah, dan sejumlah kebakaran dilaporkan muncul di Kota Kumamoto.
Salah satu lokasi yang mengalami kerusakan paling parah adalah pusat perbelanjaan Aeon di Kota Kumamoto. Sebagian lantai dua gedung itu runtuh saat gempa terjadi. Sekitar satu jam kemudian, ledakan besar menghantam kompleks tersebut hingga merobohkan dinding dan memperlihatkan rangka baja bangunan.
Karyawan sebelumnya telah mengevakuasi sekitar 200 pengunjung ketika gempa mengguncang. Namun, media lokal melaporkan 20 hingga 30 pegawai sempat tidak diketahui keberadaannya. Sejumlah saksi juga mengaku mencium bau gas di sekitar lokasi, meski penyebab ledakan masih belum diketahui.
Dua perempuan muda ditemukan meninggal dunia di dalam pusat perbelanjaan itu pada Rabu pagi.
Korban luka juga terus bertambah. Salah satu rumah sakit menerima lebih dari 50 korban, sementara rumah sakit lain menangani sekitar 40 orang, termasuk 10 pasien dengan kondisi serius.
Kerusakan infrastruktur juga cukup signifikan. Rekaman televisi NHK memperlihatkan sebagian ruas Jalan Tol Kyushu terbelah akibat gempa, sementara sebagian tembok yang mengelilingi Kastel Kumamoto runtuh.
Pemerintah masih melakukan penilaian terhadap kondisi bangunan, jembatan, dan infrastruktur lainnya yang terdampak gempa.
Di tengah kekhawatiran terhadap dampak yang lebih luas, pemerintah memastikan tidak ditemukan kondisi abnormal di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Sendai yang memiliki dua reaktor di Prefektur Kagoshima, wilayah yang bertetangga dengan Kumamoto.
Pusat perbelanjaan Aeon yang rusak akibat gempa itu baru kembali beroperasi pada Juni lalu setelah dibangun ulang pascagempa besar Kumamoto tahun 2016. Pembukaan kembali pusat perbelanjaan tersebut sempat menjadi simbol kebangkitan kawasan yang pernah dilanda bencana besar satu dekade lalu.
Jepang merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik, tempat pertemuan beberapa lempeng tektonik utama. Pergeseran lempeng yang terus berlangsung menyebabkan negara tersebut mengalami ribuan gempa setiap tahun.










