Generasi.co, Surabaya – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah melalui kolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna mempercepat pembangunan ekosistem pembiayaan perumahan, khususnya di Provinsi Jawa Timur.
Sinergi tersebut menjadi fokus dalam agenda Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (3/8).
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan Kemendagri memberikan dukungan penuh terhadap ekosistem pembiayaan perumahan yang dijalankan BRI dan BP Tapera agar penyaluran pembiayaan tepat sasaran.
Untuk mendukung implementasi program di daerah, Kemendagri memastikan program perumahan masuk dalam perencanaan dan penganggaran daerah, mulai dari RPJMD, Renstra, RKPD hingga APBD.
Kemendagri juga membina pemerintah daerah agar membebaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Selain itu, pemerintah mendorong percepatan penerbitan PBG dengan target penyelesaian maksimal 10 hari melalui layanan yang cepat, transparan, dan tidak membebani masyarakat.
Dukungan lainnya dilakukan melalui sinkronisasi data kelayakan penerima dengan berkoordinasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil), serta dinas perumahan daerah untuk memetakan backlog kebutuhan rumah sehingga fasilitas kredit perbankan tersalurkan kepada pihak yang berhak.
Dalam kolaborasi tersebut, BRI diwakili Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto. Kehadiran BRI menegaskan kesiapan perseroan dalam menopang pembiayaan sektor perumahan sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan itu juga dihadiri peserta program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebagai representasi keterkaitan antara akses kepemilikan rumah yang layak dengan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Akhmad Wiyagus mengatakan Kemendagri mendukung penuh ekosistem pembiayaan perumahan yang dijalankan BRI dan BP Tapera agar tepat sasaran.
Melalui sinergi antara pembiayaan inklusif BRI, ekosistem BP Tapera, dan dukungan regulasi Kemendagri, pemenuhan kebutuhan rumah yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat diharapkan dapat dipercepat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.










