Drag Race di Kotamobagu Tewaskan 8 Orang, 9 Lainnya Luka-luka

Drag Race di Kotamobagu Tewaskan 8 Orang, 9 Lainnya Luka-luka/X

Generasi.co, Kotamobagu – Sebanyak delapan orang meninggal dunia dalam insiden maut kejuaraan drag race di Jalan AP Mokoginta, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (9/8).

Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Roycke Harry Langie mengatakan total terdapat 17 korban dalam insiden tersebut. Selain delapan orang meninggal dunia, delapan korban lainnya mengalami luka dan harus menjalani perawatan intensif. Satu korban lainnya mengalami luka ringan.

“Korban ada 17 orang. 8 orang di antaranya itu meninggal dunia dan 8 lainnya luka-luka harus dirawat intensif. Sementara satu orang luka ringan,” kata Roycke saat membesuk korban di rumah sakit, Senin (10/8).

Roycke belum merinci identitas seluruh korban yang meninggal maupun menjalani perawatan. Namun, berdasarkan data yang disampaikan, korban tewas terdiri atas Harianti Mokoginta, Nilawati Mokodongan, Lisma Mokoginta, Ali Ponamon, Risna Longkun, Biyo Mokoagow, Rugaina Menangin, dan Ali Jojang.

Ali Jojang meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Monompia.

Pemerintah daerah bersama TNI-Polri telah mendatangi rumah duka para korban yang meninggal dunia sejak Minggu malam.

Roycke mengapresiasi langkah pemerintah daerah bersama TNI-Polri dalam menangani insiden tersebut.

“Nah, saya melihat pihak pemerintah dan TNI-Polri di sini sudah mengambil langkah banyak. Saya berterima kasih kepada Bapak Walikota, Bapak Dandim, dan Bapak Kapolres atas langkah-langkahnya,” ujarnya.

Menurut Roycke, penanganan musibah tersebut merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan TNI-Polri. Ia meminta masyarakat menjadikan kejadian tersebut sebagai pembelajaran.

“Karena memang musibah ini juga adalah urusan pemerintah dan TNI-Polri. Sehingga kita bersama-sama, saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat supaya mari kita sama-sama bersatu padu, jadikan ini suatu proses pembelajaran,” katanya.

Roycke juga mengajak masyarakat mendoakan korban yang meninggal dunia dan korban yang masih menjalani perawatan.

“Tapi saya minta mari kita bergandengan tangan, karena tidak ada satu permasalahan, apalagi musibah yang kita mau. Tentunya juga kita mendoakan kepada korban yang meninggal, kepada korban yang luka-luka supaya mereka bisa diberikan kebaikan semua, dan kepada kita semua,” tandasnya.