Generasi.co, Jakarta – Andrew dan Tristan Tate disebut memiliki sejumlah paspor dengan identitas berbeda untuk bepergian ke luar negeri. Salah satu identitas yang digunakan Tristan bahkan disebut memakai nama Vladimir Scorpius, tokoh antagonis dalam novel James Bond.
Dilansir melalui New York Post (NYP), informasi tersebut terungkap dalam dokumen pengadilan yang diajukan Kedutaan Besar Inggris di Washington ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan Florida. Dokumen itu diajukan untuk menentang permohonan pembebasan dengan jaminan Andrew dan Tristan saat keduanya menghadapi proses ekstradisi ke Inggris.
Dalam dokumen tersebut, penyidik Inggris menemukan paspor Meksiko yang menggunakan foto dan tanggal lahir Tristan Tate, tetapi tercatat atas nama “Vladimir Scorpius”.
Tristan juga pernah mengunggah video dirinya di sebuah kapal dan menyatakan, “Saya Vladimir Scorpius.” Ia juga mendaftarkan perusahaan di Inggris bernama Scorpius Ltd., yang disebut mengacu pada tokoh pedagang senjata fiktif dalam novel James Bond berjudul Scorpius karya John Gardner yang terbit pada 1988.
Dokumen yang sama menyebut Andrew Tate pernah membanggakan dirinya memiliki “delapan kehidupan … delapan lisensi dan paspor” melalui media sosial. Pernyataan tersebut disebut menjadi salah satu bukti yang digunakan jaksa Inggris untuk menilai Andrew memiliki akses terhadap sejumlah paspor dan bersedia menggunakan identitas palsu untuk menghindari penegak hukum.
Jaksa Inggris menyebut Andrew diduga memiliki dokumen perjalanan dari Inggris, Amerika Serikat, Estonia, Nigeria, Polandia, serta Vanuatu, negara kepulauan kecil di Pasifik.
Dokumen tersebut digunakan untuk mendukung argumen bahwa kedua bersaudara itu berisiko melarikan diri apabila dibebaskan dengan jaminan.
Jaksa Inggris juga menyatakan terdapat alasan kuat untuk meyakini Andrew dan Tristan akan berupaya mengidentifikasi serta memengaruhi saksi apabila dilepaskan.
Andrew Tate, 39, dan Tristan Tate, 38, ditangkap US Marshals dalam sebuah acara tinju bare-knuckle di Miami pada 18 Juli 2026. Keduanya kini ditahan di fasilitas penahanan federal dan tengah melawan proses ekstradisi ke Inggris.
Keduanya menghadapi total 59 dakwaan pidana di Inggris, termasuk pemerkosaan, perdagangan seks, serta pelanggaran terkait gambar tidak senonoh anak dan pornografi ekstrem.
Sidang penahanan terhadap keduanya dijadwalkan berlangsung pada Kamis.
Pengacara mereka, Joe McBride, sebelumnya mengakui kepada NYP bahwa peluang hakim mengabulkan pembebasan kedua bersaudara tersebut bukan perkara mudah.
McBride juga mengatakan Andrew dan Tristan mendapat gangguan dari tahanan lain. Menurut dia, dakwaan yang dihadapi keduanya membuat mereka menjadi sasaran serangan di dalam tahanan.
Jaksa Inggris mengatakan dakwaan terbaru diajukan setelah penyelidikan terhadap klaim yang disampaikan empat korban tambahan.
Kasus hukum terhadap Andrew dan Tristan Tate telah berlangsung dalam proses lintas negara yang melibatkan Amerika Serikat, Inggris, dan Rumania.
Di Rumania, keduanya juga menghadapi proses pidana atas tuduhan yang antara lain berkaitan dengan hubungan seksual dengan anak di bawah umur, perdagangan anak di bawah umur, menjalankan organisasi kriminal, dan pencucian uang.
Andrew dan Tristan Tate membantah seluruh dakwaan terhadap mereka.










