Prabowo Salurkan Banpres Rp200 Miliar untuk Karhutla Sumsel

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Foto: BPMI Setpres/Kris

Generasi.co, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp200 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Bantuan tersebut diberikan dalam dua tahap kepada pemerintah provinsi serta 14 kabupaten dan kota untuk mendukung penanganan karhutla di daerah.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan status kedaruratan karhutla di masing-masing wilayah. Pemerintah daerah diminta menggunakan dana tersebut secara transparan dan akuntabel serta memastikan penggunaannya berkaitan langsung dengan penanganan kebakaran.

“Dengan demikian, total Banpres yang telah disalurkan Presiden Prabowo untuk penanganan karhutla di Sumatera Selatan mencapai Rp200 miliar,” kata Raja Juli dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.

Pada tahap pertama, pemerintah menyalurkan Banpres Rp100 miliar kepada Provinsi Sumatera Selatan dan empat kabupaten, yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Ilir.

Tahap kedua mencakup penyaluran Rp100 miliar kepada 10 kabupaten dan kota. Daerah penerima bantuan tersebut meliputi Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kota Palembang, Ogan Komering Ulu Selatan, Musi Rawas, Empat Lawang, Kota Prabumulih, dan Lahat.

Raja Juli menegaskan pemerintah daerah harus memastikan bantuan tersebut digunakan sesuai peruntukannya.

“Mohon digunakan dengan transparan dan akuntabel. Ini dana dari Presiden Prabowo Subianto untuk karhutla, maka dipergunakan untuk yang berkaitan dengan karhutla,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Banpres tersebut merupakan dukungan tambahan di luar dana siap pakai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), anggaran Kementerian Kehutanan untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) dan water bombing, serta anggaran yang bersumber dari APBD.

Pemerintah pusat dan daerah diharapkan terus bersinergi untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya tersebut dalam memperkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan.