Muzani: Prabowo dan Megawati Sangat Akrab dan Banyak Bercanda

Prabowo dan Megawati (Sumber: Biro Pers Setpres)
Prabowo dan Megawati (Sumber: Biro Pers Setpres)

Ahmad Muzani sebut suasana pertemuan Prabowo dan Megawati jelang Upacara Hari Lahir Pancasila berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Generasi.co, Jakarta – Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri berlangsung dalam suasana yang sangat akrab. Interaksi keduanya dipenuhi canda dan nuansa kekeluargaan.

Pertemuan itu terjadi di ruang tunggu Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, tepat sebelum dimulainya Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (2/6/2025).

“Suasana pertemuan di antara Presiden Prabowo dan Presiden kelima Republik Indonesia, Ibu Megawati Soekarnoputri, berlangsung sangat akrab. Penuh kekeluargaan dan saling banyak bercanda,” ujar Muzani dalam keterangannya kepada media, Rabu (4/6).

Muzani, yang turut hadir di ruang tunggu tersebut, menyaksikan langsung interaksi keduanya. Ia menyebutkan bahwa Prabowo dan Megawati tampak berbicara dengan berbisik, meski dirinya tidak mengetahui isi pembicaraan tersebut. Namun demikian, suasana hangat dan penuh keakraban begitu terasa.

“Keakraban, kekeluargaan penuh mewarnai dan menjadi pemandangan di depan mata kami. Sekarang itu kami bersyukur, bergembira dan bersenang karena pemimpin-pemimpin bangsa semuanya saling tegur sapa, saling bersalaman dan saling ngobrol,” tambah Muzani.

Ketika upacara dimulai, Prabowo, Megawati, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampak keluar dari ruangan yang sama dan berbaris berdampingan. Dalam siaran langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, tampak Megawati berada di tengah, diapit oleh Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.

Presiden Prabowo kemudian bertindak sebagai Inspektur Upacara dan menerima laporan dari Komandan Upacara Kolonel Marinir Achmad Hadi Al-Hasny. Ia mengenakan jas abu-abu dan peci hitam, berdiri di barisan depan. Megawati berdiri di belakangnya dengan kemeja putih dan lencana BPIP, sementara Gibran mengenakan setelan putih dan peci di barisan akhir.

Momen ini menjadi simbol kuatnya keharmonisan dan komunikasi antara para pemimpin nasional dalam memperingati nilai-nilai dasar Pancasila sebagai fondasi bangsa.

(BAS/Red)