Pemerintah Presiden Prabowo tetap prioritaskan hilirisasi SDA pada 2026 guna hindari middle income trap dan memperkuat daya saing industri nasional berkelanjutan.
Generasi.co, Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memastikan kebijakan hilirisasi berbasis Sumber Daya Alam (SDA) akan tetap menjadi fokus utama strategi ekonomi nasional pada tahun anggaran 2026. Program ini dipandang krusial untuk mendukung transformasi ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan kompleks.
Mengacu pada dokumen Nota Keuangan dan RAPBN 2026, pemerintah menyebut hilirisasi sebagai solusi strategis untuk keluar dari ancaman middle income trap, sekaligus memperkuat struktur industri domestik.
Kebijakan hilirisasi diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, memperkuat ketahanan eksternal Indonesia, serta mempercepat pertumbuhan industri manufaktur sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional.
“Di tengah tren global menuju dekarbonisasi, hilirisasi yang dilakukan tetap berwawasan lingkungan menjadi strategi kunci untuk tetap dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing ekspor Indonesia,” tulis dokumen Nota Keuangan 2026 yang dikutip pada Selasa (19/8/2025).
Fokus pada Empat Pilar Strategis Hilirisasi
Kebijakan hilirisasi tak hanya dirancang untuk meningkatkan kinerja ekspor, namun juga mengurangi ketergantungan terhadap komoditas mentah, sekaligus mendorong penguatan industri dalam negeri dalam menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
Pemerintah menekankan bahwa arah hilirisasi akan berlandaskan pada empat pilar utama, yaitu:
- Pengelolaan SDA secara berkelanjutan
Menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menjamin ketersediaan bahan baku jangka panjang agar proses hilirisasi tidak mengorbankan keberlanjutan sumber daya. - Pembangunan infrastruktur terintegrasi
Menyediakan infrastruktur penunjang seperti energi, air bersih, pelabuhan, akses jalan, serta kawasan industri ramah lingkungan dan efisien. - Penciptaan iklim investasi yang kondusif
Melalui penyederhanaan regulasi, pemberian insentif fiskal, kemudahan perizinan, serta perluasan akses pasar domestik dan global. - Penguatan riset dan inovasi teknologi serta SDM unggul
Pemerintah akan mendorong kolaborasi antara industri, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam mengembangkan teknologi dan meningkatkan kualitas tenaga kerja industri.
(BAS/Red)










