BNI Beri Edukasi Literasi Keuangan kepada Siswa Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat/Pemkab Cirebon

Generasi.co, MALUKU TENGAH – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan edukasi literasi keuangan kepada siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Maluku Tengah, Kelurahan Hollo, Kecamatan Amahai, Sabtu (24/10/2026). Dalam kegiatan melalui program BNI Berbagi di Sekolah Rakyat tersebut, BNI juga memberikan penghargaan kepada tiga siswa berprestasi dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

Ketiga siswa penerima apresiasi itu adalah Trivosa Wently Soahuka dari tingkat SD, Astrid Merlina Latupeirissa dari tingkat SMP, dan Ani Atika Boinau dari tingkat SMA.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program BNI Sahabat Sekolah Rakyat yang mengusung empat pilar, yakni Cerdas Belajar, Cerdas Mengelola Keuangan, Cerdas Sekolah, dan Peduli Bersama.

Area Head 2 BNI Wilayah 07 Makassar, Hasanul A. Nasution, mengatakan program itu dirancang untuk mendukung pendidikan sekaligus membekali siswa dengan keterampilan yang berguna bagi kehidupan mereka. Dalam kegiatan di Maluku Tengah, program diwujudkan melalui apresiasi prestasi belajar dan edukasi Cerdas Menabung.

Melalui edukasi tersebut, siswa diperkenalkan pada pentingnya menabung dan mengelola uang secara bijak sejak dini, termasuk membedakan kebutuhan dan keinginan serta membiasakan diri menyisihkan uang.

BNI juga memperkenalkan layanan dan jaringan perbankannya sebagai bagian dari pengenalan dunia keuangan kepada para siswa.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah itu dihadiri Hasanul A. Nasution, Pimpinan BNI KCP Masohi Aditya W. P. Daniel beserta jajaran, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Maluku Tengah Ruslan Yusuf Wailissa, serta perwakilan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Maluku Tengah.

Ruslan mengapresiasi keterlibatan BNI dalam kegiatan literasi keuangan tersebut. Menurut dia, dukungan terhadap siswa perlu mencakup pengembangan potensi dan karakter, selain penyediaan akses pendidikan.

Ia menjelaskan, sebagian siswa Sekolah Rakyat pernah menghadapi kendala untuk melanjutkan pendidikan. Di antara mereka terdapat anak yang pernah putus sekolah maupun yang masih bersekolah di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

Karena itu, Ruslan mengajak para siswa memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh. Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah, dunia usaha, dan sekolah untuk mendukung pendidikan serta pengembangan potensi anak-anak.