BNI Raup Laba Rp16,1 Triliun hingga Kuartal III 2026

BNI Himpun USD700 Juta dari AT1, Permintaan Investor Oversubscribe 3,6 Kali/Ist.

Generasi.co, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) membukukan laba bersih Rp16,1 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 6,6 persen secara tahunan (year on year/YoY). Pada periode yang sama, laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) mencapai Rp27,5 triliun, meningkat 11,6 persen YoY dan menjadi rekor tertinggi perseroan untuk periode kuartal III.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang peningkatan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar 13,6 persen YoY menjadi Rp33,2 triliun. Pendapatan berbasis komisi atau fee-based income juga tumbuh 8,3 persen YoY menjadi Rp13,9 triliun.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, perseroan mempertahankan pertumbuhan bisnis dengan memperkuat fundamental dan mengelola risiko secara disiplin.

“Di tengah dinamika pasar yang menantang, BNI tetap menjaga momentum pertumbuhan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin dalam pengelolaan risiko. Fokus kami adalah memperkuat fundamental dan produktivitas untuk menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Putrama dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BNI tumbuh 22,2 persen YoY menjadi Rp992,5 triliun. Pada saat yang sama, kualitas kredit terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross membaik menjadi 1,9 persen.

Dana murah atau current account savings account (CASA) turut meningkat 19,6 persen YoY menjadi Rp733,7 triliun. Pertumbuhan tersebut tersebar di seluruh segmen.

Hingga September 2026, giro BNI tumbuh 25,9 persen YoY. Angka tersebut melampaui pertumbuhan industri sebesar 9,8 persen berdasarkan data Agustus 2026.

Pangsa pasar giro BNI meningkat 120 basis poin (bps) menjadi 13,2 persen. Sementara itu, pangsa pasar tabungan naik 10 bps menjadi 9,2 persen, ditopang pertumbuhan tabungan sebesar 11,6 persen YoY.