Raih ESG Award 2026, BRI Buktikan Bisnis Berkelanjutan dan Pro-Rakyat Bisa Sejalan

BRILink Agen Raih Predikat Jawara Nasional/Ist.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir perbankan berkelanjutan di Tanah Air. Konsistensi perseroan dalam menerapkan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) berbuah manis dengan diraihnya penghargaan ESG Award dari CNBC Indonesia.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam ajang ESG Sustainability Forum 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (3/2).

Apresiasi ini diberikan atas komitmen BRI yang dinilai berhasil mengintegrasikan praktik bisnis pro-lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil. Manajemen BRI menegaskan, di tengah tren transisi energi global, fokus perseroan tetap tidak tergoyahkan: memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis BRI selalu selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Penghargaan ini adalah bukti bahwa jalan yang kami tempuh sudah tepat,” ujar Corporate Secretary BRI, Dhanny, dalam keterangannya.

Dominasi Kredit Sosial Rp715 Triliun

Mengacu pada laporan kinerja keuangan Kuartal III-2025, BRI mencatatkan performa impresif dalam pembiayaan berkelanjutan.

Berbeda dengan tren perbankan umum yang mayoritas portofolio hijaunya tertuju pada korporasi besar, portofolio ESG BRI justru didominasi oleh Kredit Berbasis Sosial (Social Loan). Nilainya tercatat mencapai Rp715,6 triliun.

Angka jumbo ini mengonfirmasi status BRI sebagai pemimpin pasar (market leader) dalam inklusi keuangan. Dana tersebut disalurkan secara masif kepada pelaku usaha mikro, ultra-mikro, dan kecil yang membutuhkan akses permodalan terjangkau serta pendampingan intensif.

Kredit Hijau Tumpu Sektor Pertanian

Selain sisi sosial, BRI juga mencatatkan pertumbuhan solid pada portofolio Kredit Hijau (Green Loan) yang menembus angka Rp90,8 triliun.

Menariknya, struktur kredit hijau BRI memiliki karakteristik unik. Jika bank lain berlomba membiayai pembangkit listrik skala raksasa, BRI justru fokus pada akar rumput. Sebanyak 65,9 persen dari total kredit hijau tersebut disalurkan untuk sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan.

Hal ini membuktikan bahwa BRI berhasil mengintegrasikan pelestarian lingkungan langsung ke dalam bisnis intinya (core business) di sektor pertanian.

Transformasi Digital dan UMKM Go Global

Keberhasilan penyaluran kredit ini ditopang oleh infrastruktur digital yang mumpuni. Platform pemberdayaan terpadu LinkUMKM diproyeksikan telah menjangkau 14,98 juta pengguna hingga akhir 2025.

Melalui strategi hyper-local bertajuk “Klasterku Hidupku”, BRI telah membina 42.682 klaster usaha, di mana 82,36 persen di antaranya bergerak di sektor produksi pertanian.

Tak hanya modal, BRI juga aktif membuka akses pasar. Melalui program inkubasi BRIncubator, sejumlah alumni seperti EANK Solo (pengrajin sangkar burung) dan Mambucha (minuman kesehatan) sukses menembus pasar ekspor ke Singapura, Taiwan, hingga Malaysia.

Ke depan, BRI berkomitmen menjadikan ESG bukan sekadar tanggung jawab sosial (CSR), melainkan DNA korporasi. Kombinasi portofolio sosial dan hijau yang solid menjadi bukti bahwa BRI mampu menyeimbangkan penciptaan nilai ekonomi (economic value) dan nilai sosial (social value).