Setop Impor! Kementan Guyur 5,9 Miliar Benih Tebu Demi Kejar Target 3 Juta Ton Gula Nasional

Tebu/Pexels

Jakarta, Generasi.co — Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah agresif untuk memutus rantai ketergantungan impor gula yang selama ini membebani neraca pangan nasional. Pada tahun 2026 ini, Kementan resmi mengeksekusi program swasembada gula melalui penyaluran masif 5,9 miliar mata benih tebu unggul.

Langkah taktis ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Melalui pernyataan resminya, ia menegaskan bahwa era ketergantungan impor gula perlahan akan segera berakhir.

Skala Raksasa: Sasar 99 Ribu Hektar Lahan di 10 Provinsi

Eksekusi penyaluran benih ini dilakukan dalam skala yang sangat luas guna mendongkrak produktivitas secara signifikan. Berdasarkan data Kementan, program ini ditargetkan untuk merevitalisasi dan mengoptimalkan 99.547 hektar lahan tebu yang tersebar di 10 provinsi dan 74 kabupaten di seluruh Indonesia.

Kunci utama dari lompatan produksi ini terletak pada spesifikasi benih yang dibagikan. Wamentan Sudaryono menyoroti bahwa kualitas benih unggul menempati posisi sentral dalam mencetak produktivitas panen yang tinggi.

“Ketika produktivitas meningkat pesat, target produksi gula nasional 3.000.000 ton pasti tercapai. Pembenahan hulu hingga hilir juga berlangsung serentak tanpa henti,” jelas Sudaryono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Kesejahteraan Petani Jadi Fondasi Swasembada

Lebih lanjut, Sudaryono memaparkan bahwa seluruh intervensi struktural dari hulu ke hilir ini memiliki satu muara utama: petani tebu wajib untung.

Pemerintah meyakini bahwa peningkatan kesejahteraan di tingkat akar rumput adalah syarat mutlak bagi ketahanan pangan suatu negara. Mewujudkan ekosistem di mana petani mendapatkan margin keuntungan yang layak akan secara otomatis membuat Indonesia mampu berdiri tegak bersandar pada kekuatan pangannya sendiri.

“Kemandirian pangan bermula saat kesejahteraan petaninya terjamin utuh,” tegas Wamentan menutup pernyataannya.

Program penyaluran 5,9 miliar benih tebu ini diharapkan tidak hanya membalikkan keadaan dari negara importir menjadi produsen mandiri, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi langsung bagi ratusan ribu petani tebu di daerah.