Memasuki usia ke-11 tahun, Bank Mandiri Taspen mempertegas komitmennya untuk tidak sekadar menjadi lembaga penyalur dana pensiun, melainkan memperkuat ekosistem pemberdayaan bagi para nasabah purna bakti.
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, menyatakan pihaknya ingin memastikan para pensiunan yang mayoritas berasal dari kalangan ASN, TNI, dan Polri tetap memiliki kehidupan yang bermakna dan produktif di hari tua.
“Pada usia ke-11 ini, kami ingin memastikan masa tua nasabah tetap aktif dan sejahtera,” ujar Panji dalam keterangannya di Surabaya, Senin (26/1).
Cetak ‘Mantapreneur’ Naik Kelas
Melalui program Mantap Sejahtera, perseroan memberikan pendampingan kewirausahaan yang intensif. Para pensiunan dilatih di berbagai sektor potensial, mulai dari membatik, budidaya hidroponik, hingga peternakan.
Tak berhenti di situ, Panji menjelaskan adanya program lanjutan bertajuk “Mantapreneur Naik Kelas”. Program ini dirancang untuk membekali nasabah dengan kemampuan teknis seperti pembukuan, strategi pemasaran digital, hingga membuka peluang ekspor.
“Kami ingin usaha nasabah dapat berkembang dan berdaya saing. Masa pensiun bukan akhir dari produktivitas,” tegasnya.
Layanan Kesehatan Gratis
Selain aspek ekonomi, Bank Mandiri Taspen juga fokus pada kesehatan nasabah lewat pilar Mantap Sehat. Hingga saat ini, perusahaan telah mengoperasikan 193 klinik kesehatan yang tersebar di kantor-kantor cabang.
Fasilitas ini menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin secara cuma-cuma. Panji mencatat, hingga 2025, program kesehatan seperti senam rutin bulanan telah menjangkau sekitar 60 ribu nasabah.
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-11 ini, perusahaan juga menyalurkan bantuan sosial berupa alat bantu jalan bagi lansia, serta ribuan bibit pohon durian dan alpukat untuk kelompok tani hutan di wilayah Malang dan Batu, Jawa Timur.










