Jakarta, Generasi.co — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi memulai safari diplomasinya ke kawasan Asia Timur. Bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Minggu (29/3/2026), lawatan kenegaraan perdana ke Jepang ini membawa satu tujuan utama: mengamankan kepentingan strategis dan ekonomi nasional.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membeberkan bahwa kunjungan ini dirancang secara khusus untuk memperkuat posisi tawar Indonesia melalui kerja sama bilateral yang saling menguntungkan dengan Tokyo.
Fokus Bidik Empat Sektor Vital
Pertemuan tingkat tinggi di Jepang tidak hanya bersifat seremonial. Pemerintah Indonesia menargetkan hasil konkret yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi domestik.
Menurut penjelasan Seskab Teddy, perundingan antara delegasi Indonesia dan Jepang akan mengerucut pada empat sektor prioritas:
- Investasi: Menarik modal asing untuk proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan nasional.
- Energi: Memastikan ketahanan pasokan energi dan menjajaki pengembangan energi terbarukan, mengingat krisis global yang tengah terjadi.
- Kelautan: Memperkuat keamanan maritim dan optimalisasi sumber daya laut.
- Digital: Akselerasi transformasi teknologi dan infrastruktur digital di Indonesia.
Urgensi dari keempat misi ini tecermin dari formasi rombongan terbatas yang dibawa oleh Presiden. Turut mendampingi Prabowo dalam penerbangan tersebut adalah Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Strategi Diplomasi di Akasaka Palace
Untuk mengeksekusi target-target tersebut, Presiden Prabowo diagendakan melakukan diplomasi di level tertinggi. Seskab Teddy mengonfirmasi dua agenda utama Kepala Negara selama berada di Tokyo:
- Melakukan kunjungan kehormatan (state call) kepada Kaisar Jepang Naruhito.
- Menggelar pertemuan bilateral yang krusial dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Akasaka Palace, Tokyo.
Langkah Awal Penetrasi Asia Timur
Keberangkatan Presiden yang dilepas langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini rupanya baru langkah pertama.
Pemerintah mengonfirmasi bahwa Jepang hanyalah titik tolak dari strategi diplomasi aktif Indonesia di kawasan Asia Timur. “Usai menyelesaikan rangkaian kunjungan di Jepang, Presiden Prabowo dan rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Republik Korea untuk melaksanakan kunjungan berikutnya,” tegas Seskab Teddy.










