Teheran, Generasi.co — Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan peringatan keras dan ancaman retribusi menyusul insiden tewasnya Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani. Dalam pernyataan resminya, Khamenei menegaskan bahwa “para pembunuh kriminal” di balik aksi mematikan tersebut harus membayar mahal atas perbuatannya.
Melalui keterangan tertulis yang disiarkan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim dan dilansir oleh Al Jazeera pada Kamis (19/3/2026), Khamenei menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Ia memberikan penghormatan khusus kepada Larijani, menyebutnya sebagai sosok pejabat yang cerdas, berdedikasi tinggi, dan merupakan figur sentral dalam pemerintahan Iran.
“Pembunuhan terhadap sosok seperti ini tanpa diragukan menunjukkan betapa pentingnya dia dan kebencian musuh-musuh Islam terhadapnya,” tegas Khamenei.
Ancaman Pembalasan Terbuka
Lebih lanjut, pucuk pimpinan Iran tersebut menggemakan retorika pembalasan yang tajam. Ia memperingatkan pihak-pihak yang bertanggung jawab bahwa pembunuhan tokoh penting pemerintah tidak akan membuat Teheran mundur, melainkan justru akan memperkuat perlawanan.
Dalam pesannya, Khamenei memberikan penekanan pada tiga hal krusial:
- Sistem yang Menguat: “Kaum anti-Islam harus tahu bahwa menumpahkan darah ini di kaki pohon sistem Islam justru akan membuatnya semakin kuat.”
- Retribusi Setimpal: Ia memastikan prinsip bahwa setiap darah yang tumpah harus dibalas dengan darah.
- Target Pembalasan: Khamenei menjamin bahwa nyawa yang hilang memiliki harga yang harus segera ditebus secara tunai oleh para pelaku yang disebutnya sebagai “pembunuh kriminal para syuhada.”
Pernyataan keras dari otoritas tertinggi di Teheran ini dipastikan akan semakin memanaskan tensi geopolitik yang sudah mendidih di kawasan Timur Tengah. Dunia internasional kini berada dalam status kewaspadaan tinggi (high alert) mengantisipasi potensi eskalasi konflik terbuka yang lebih luas pasca-kematian Larijani.










