Oarfish “Ikan Kiamat” Muncul Lagi di Pantai California

Foto: Oarfish, ikan langka sepanjang 2,7 meter ditemukan di Pantai Encinitas, California. Disebut 'ikan kiamat', kemunculannya sering dikaitkan dengan mitos bencana alam. (Tangkap Layar YouTube)
Foto: Oarfish, ikan langka sepanjang 2,7 meter ditemukan di Pantai Encinitas, California. Disebut 'ikan kiamat', kemunculannya sering dikaitkan dengan mitos bencana alam. (Tangkap Layar YouTube)

Oarfish, ikan langka sepanjang 2,7 meter ditemukan di Pantai Encinitas, California. Disebut ‘ikan kiamat’, kemunculannya sering dikaitkan dengan mitos bencana alam.

Oarfish, makhluk laut dalam yang sering disebut sebagai “ikan kiamat”, kembali ditemukan di Pantai Encinitas, California, pada 6 November 2024.

Penemuan ini menjadi yang ketiga kalinya dalam kurun waktu satu tahun, menimbulkan banyak spekulasi serta daya tarik ilmiah dan mitologis.

Penemuan tersebut dilakukan oleh Alison Laferriere dari Scripps Institution of Oceanography, University of California, San Diego.

BACA JUGA: Israel Libatkan Kakek 71 Tahun Perang di Lebanon Tewas Ditembak Hizbullah

Oarfish sepanjang 2,7 meter yang sudah mati itu segera diambil oleh tim dari Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) untuk dianalisis lebih lanjut.

Mengapa Oarfish Disebut ‘Ikan Kiamat’?

Generasi.co melansir dari berbagai sumber, Kamis (21/11/2024), dalam mitologi Jepang, kemunculan oarfish sering dianggap sebagai pertanda bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami.

Misalnya, pada tahun 2010, lusinan oarfish muncul di garis pantai Jepang hanya beberapa waktu sebelum gempa besar Tohoku pada Maret 2011.

Apakah ada hubungan antara oarfish dan bencana alam?

Beberapa teori menyebutkan bahwa pergerakan tektonik sebelum gempa bumi dapat memengaruhi spesies laut dalam seperti oarfish.

Namun, sebuah penelitian pada tahun 2019 yang diterbitkan oleh GeoScience tidak menemukan korelasi signifikan antara penampakan oarfish dan gempa bumi di Jepang.

Dengan demikian, hubungan antara kedua fenomena ini masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan.

Habitat dan Kehidupan Misterius Oarfish

Oarfish merupakan penghuni zona mesopelagis, yaitu lapisan laut dalam yang terletak pada kedalaman 200 hingga 1.000 meter di bawah permukaan laut.

Wilayah ini jarang dieksplorasi oleh manusia, membuat oarfish jadi salah satu makhluk laut paling misterius di dunia.

Menurut Ocean Conservancy, oarfish dapat tumbuh hingga lebih dari 11 meter, menjadikannya ikan bertulang terpanjang di dunia.

Namun, karena mereka hidup di laut dalam, spesies ini sangat jarang terlihat oleh manusia.

Apa yang Membuat Oarfish Terdampar?

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan oarfish terdampar di pantai, termasuk perubahan kondisi laut.

Pada kasus kali ini, Ben Frable, manajer Koleksi Vertebrata Laut di Scripps Institution of Oceanography, mencatat, terdamparnya oarfish bertepatan dengan fenomena gelombang pasang merah dan angin Santa Ana yang terjadi di kawasan tersebut.

“Namun, ada banyak variabel lain yang dapat memengaruhi hal ini,” ungkap Frable.

Potensi Penelitian dari Oarfish yang Terdampar

Penampakan oarfish yang langka seperti ini memberikan peluang besar bagi para ilmuwan untuk mempelajari makhluk ini lebih dalam.

Spesimen yang ditemukan kali ini telah diangkut ke Southwest Fisheries Science Center untuk diambil sampelnya, dibekukan, dan dianalisis lebih lanjut.

“Seperti spesimen sebelumnya, sampel ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang biologi, anatomi, genomik, dan sejarah kehidupan oarfish,” kata Frable.

Menurut Dahiana Arcila, ahli biologi kelautan dan kurator Koleksi Vertebrata Laut Scripps, penelitian ini juga memungkinkan ilmuwan untuk memahami adaptasi evolusioner.

Dimana membuat oarfish mampu bertahan di lingkungan laut dalam yang ekstrem.

Apakah Kemunculan Oarfish Berkaitan dengan Perubahan Iklim?

Kemunculan oarfish di pantai juga menimbulkan spekulasi mengenai kaitannya dengan perubahan iklim.

Beberapa ilmuwan percaya bahwa peningkatan suhu laut dan perubahan ekosistem laut dalam dapat memengaruhi distribusi dan perilaku spesies ini.

“Perubahan kondisi laut dapat memengaruhi populasi oarfish di lepas pantai kita,” tambah Frable.

Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan apakah faktor ini benar-benar memengaruhi kemunculan oarfish di perairan dangkal.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Penemuan Ini?

Penemuan oarfish yang sudah mati ini tidak hanya menjadi bahan spekulasi mitologis tetapi juga peluang ilmiah yang sangat berharga.

Dengan teknologi modern, para ilmuwan dapat melakukan analisis genom dan studi anatomi untuk mengungkap misteri adaptasi dan evolusi oarfish.

Kemunculan oarfish di Pantai Encinitas bukan hanya fenomena langka tetapi juga membuka peluang besar untuk penelitian ilmiah.

Meski sering dikaitkan dengan mitos bencana alam, belum ada bukti ilmiah yang mendukung hubungan tersebut.

Apa yang jelas adalah bahwa makhluk laut dalam ini tetap menjadi salah satu misteri besar dari lautan kita.

Dengan setiap kemunculannya, oarfish memberikan kesempatan unik untuk memahami ekosistem laut dalam yang belum banyak dijelajahi.

Ilmuwan dan masyarakat terus berharap penemuan ini dapat memberikan wawasan baru tentang kondisi laut kita dan dampaknya terhadap spesies laut lainnya.

(BAS/Red)