Prabowo hadiri KTT BRICS 2025 sebagai partisipasi perdana Indonesia sebagai anggota penuh, bahas isu global.
Generasi.co, Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebut kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, sebagai tonggak bersejarah bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia berpartisipasi sebagai anggota penuh dalam forum ekonomi global yang beranggotakan negara-negara berkembang dan kekuatan baru dunia itu.
Menurut Teddy, keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo pada tahun pertamanya menjabat. Tak lama setelah inisiasi tersebut, Indonesia resmi diterima sebagai anggota penuh dengan dukungan seluruh negara anggota BRICS.
“Ada sejarah baru. Indonesia secara resmi mengikuti KTT BRICS untuk pertama kalinya, dan ini adalah inisiasi Bapak Presiden. Di tahun yang sama kita diterima penuh sebagai anggota, dengan dukungan seluruh negara BRICS,” ujar Teddy di Jakarta, Rabu (9/7/2025).
Teddy menambahkan, langkah ini menjadi bagian dari visi Presiden Prabowo untuk memperluas kerja sama Indonesia di panggung global. Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang ekonomi dan geopolitik internasional.
“Ini adalah wujud dari kebijakan Presiden untuk mendorong Indonesia berkolaborasi seluas mungkin dengan berbagai organisasi internasional. BRICS menjadi salah satu pintu penting,” jelas Teddy.
Dalam KTT BRICS yang berlangsung pada 6–7 Juli 2025, Prabowo juga turut menyampaikan pandangan Indonesia terkait sejumlah isu global. Forum tahun ini diikuti oleh 28 negara—terdiri dari 10 anggota penuh, 10 negara mitra, dan 8 negara tamu—dan mengusung tema ‘Environment, COP 30, and Global Health’.
Topik-topik utama yang dibahas mencakup perubahan iklim, kesiapan menghadapi COP 30, serta penguatan sistem kesehatan global. Dalam forum tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kerja sama global untuk menciptakan sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan, serta perlunya komitmen kolektif dalam menghadapi krisis iklim.
Teddy menyatakan bahwa kehadiran Indonesia di forum besar seperti BRICS mencerminkan peningkatan posisi strategis Indonesia di mata dunia.
“Ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin diperhatikan, semakin didengar, dan semakin dibutuhkan dalam percaturan global,” tegasnya.
Sebagai informasi, negara-negara anggota BRICS mencakup hampir 50 persen populasi dunia dan menyumbang sekitar 35 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) global. Bergabungnya Indonesia sebagai anggota penuh memperkuat posisi strategis negara dalam percaturan ekonomi dunia dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor.
(BAS/Red)










