Generasi.co, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyerukan ajakan “Buy Indonesia” di tengah gejolak pasar saham yang sempat membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh ke bawah level 5.000. Dasco menilai fundamental ekonomi yang kuat dan kebersamaan menjadi modal bagi Indonesia untuk melewati tekanan di pasar modal.
Ajakan tersebut disampaikan Dasco melalui akun Instagram pribadinya, @sufmi_dasco. Ia menyinggung keluarnya dana investor dan tekanan terhadap peringkat pasar, tetapi menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak seharusnya menghilangkan kepercayaan terhadap bursa domestik.
“Dengan kebersamaan Indonesia dan fundamental yang kuat, bursa kita kembali baik. Buy Indonesia,” tulis Dasco.
Ia juga meyakini Indonesia mampu melewati gejolak pasar dengan fundamental ekonomi yang kuat dan langkah penanganan yang tepat. Menurut Dasco, penilaian lembaga pemeringkat perlu dihormati, tetapi Indonesia tetap harus independen dalam menentukan langkah menghadapi tekanan.
“Biarpun uang keluar, biarpun rating bertubi-tubi hantam, tetapi dengan fundamental yang kuat dan langkah yang diambil tepat, kita mampu melewati,” tulisnya.
Dasco mengajak masyarakat mempertahankan optimisme dan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia di tengah tekanan yang terjadi.
“Fundamental yang kuat dan kebersamaan menjadi modal kita melewati tantangan. Dengan langkah yang tepat, mari terus menjaga optimisme dan kepercayaan terhadap bursa Indonesia,” katanya.
Gejolak pasar tersebut terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui pengumuman tersebut berdampak langsung terhadap pelemahan nilai tukar rupiah.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 11,57 persen ke level 5.185 pada Jumat (16/10/2026). Tekanan berlanjut pada Senin (19/10/2026), ketika indeks dibuka anjlok 4,31 persen ke level 4.961 dan ditutup pada posisi 4.996, turun 3,64 persen.
IHSG kemudian berbalik menguat pada Selasa (20/10/2026). Indeks ditutup naik 282,27 poin atau 5,65 persen ke level 5.278.
Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi saham pada perdagangan tersebut mencapai Rp26,54 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 56,78 miliar saham.










