Duduk Perkara Kapal Bawa Jessica Mila ke Pulau Padar Saat Dilarang Berlayar

Pulau Padar/Kemenpar

Generasi.co, LABUAN BAJO – Kapal wisata Grand Maoloekoe yang membawa rombongan artis Jessica Mila dan keluarganya ke Pulau Padar pada Minggu (9/8/2026) mendapat sanksi setelah berlayar ketika rute tersebut sedang ditutup akibat ancaman cuaca buruk.

Nakhoda kapal berinisial DD dinyatakan melanggar larangan berlayar yang dikeluarkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo. Kepala KSOP Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto mengatakan DD telah diperiksa sejak Senin (10/8/2026).

Sebagai sanksi, DD diturunkan dari kapal dan ijazah pelautnya ditangguhkan selama tiga pekan. “Yang bersangkutan sudah disanksi dan diturunkan dari kapalnya,” ujar Stephanus di Labuan Bajo, Selasa (11/8/2026).

Larangan pelayaran tersebut berlaku pada 7-10 Agustus 2026 karena kondisi cuaca buruk dan ancaman gelombang tinggi. KSOP sebelumnya telah menerbitkan Maklumat Pelayaran untuk menutup sementara rute menuju kawasan tersebut demi keselamatan pelayaran.

Kapal Grand Maoloekoe menjadi sorotan setelah rombongan Jessica Mila, suaminya Yakup Hasibuan, Merdi Octav Sahetapy, dan suaminya, Rama Sahetapy, terlihat berlibur ke Pulau Padar pada Minggu (9/8/2026). Momen tersebut kemudian beredar di media sosial dan memicu pertanyaan dari pelaku pariwisata di Labuan Bajo mengenai kepatuhan terhadap larangan pelayaran.

Stephanus mengatakan kapal yang masuk ke Pulau Padar tanpa surat tugas resmi akan dikenai sanksi. Saat itu, KSOP baru mengidentifikasi satu kapal yang melanggar aturan.

Selain Grand Maoloekoe, terdapat informasi mengenai kapal wisata Neptune yang juga berlayar menuju kawasan yang sedang ditutup. “Infonya seperti itu,” kata Stephanus.

Jessica Mila kemudian memberikan klarifikasi melalui unggahan di media sosial pada Selasa (11/8/2026). Ia mengatakan dirinya dan keluarga tidak mengetahui adanya larangan berlayar menuju Pulau Padar.

Menurut Jessica, rombongannya menyerahkan urusan teknis perjalanan, termasuk penentuan rute, keamanan, dan keselamatan, kepada kapten kapal.

“Aku dan keluarga sangat mengutamakan kemanan dan keselamatan dalam bepergian, apalagi dengan adanya Kyarra dan anak-anak lain di rombongan kami. Untuk penentuan rute perjalanan ini, tentu kami menyerahkan sepenuhnya ke captain kapal karena seluruh tanggung jawab dan keputusan mengenai rute, keamanan dan keselamatan kami adalah tanggung jawab captain kapal,” tulis Jessica.

Jessica juga mengatakan kondisi di lapangan saat itu terlihat relatif cerah. Ia melihat sejumlah kapal wisata dan wisatawan lain berada di Pulau Padar sehingga tidak mengetahui bahwa perjalanan tersebut berlangsung ketika rute sedang ditutup.

“Perlu aku luruskan bahwa sejak awal tidak ada pemberitahuan dari captain bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar, dan kami pun tidak ada kecurigaan sama sekali sepanjang perjalanan karena ada banyak kapal-kapal lain dan turis-turis lain yang bersandar dan naik ke Pulau Padar pada hari itu dan cuaca relatif baik,” ujarnya.

KSOP menyatakan pemeriksaan terhadap pelanggaran pelayaran tidak berhenti pada Grand Maoloekoe. Stephanus mengatakan pihaknya juga tengah membidik nakhoda kapal lain yang dilaporkan melakukan pelanggaran serupa.

Beberapa nakhoda yang dilaporkan belum diperiksa karena masih berada dalam pelayaran. KSOP memastikan laporan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan resmi.

Sebelumnya, sejumlah pelaku usaha wisata di Labuan Bajo mempertanyakan adanya kapal yang tetap beroperasi saat larangan berlayar diberlakukan. Mereka mengaku telah mematuhi instruksi KSOP demi keselamatan pelayaran.

Jessica berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi kapten kapal dan penyedia jasa transportasi laut untuk menyampaikan informasi keselamatan secara terbuka kepada penumpang.

“Jadi, mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholders khususnya para captain kapal untuk memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpangnya untuk menjaga keselamatan dan menghindari kesalahpahaman dan kerugian bagi berbagai pihak,” kata Jessica.