HNW Apresiasi Lawatan Presiden Prabowo ke Timur Tengah, Dorong Solusi Konkret untuk Palestina dan Gaza

Foto: Wakil Ketua MPR-RI sekaligus Anggota DPR-RI Dapil DKI Jakarta II Hidayat Nur Wahid (HNW). (Istimewa)
Foto: Wakil Ketua MPR-RI sekaligus Anggota DPR-RI Dapil DKI Jakarta II Hidayat Nur Wahid (HNW). (Istimewa)

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyambut positif kunjungan Presiden Prabowo ke Timur Tengah. Ia berharap lawatan ini membawa hasil konkret untuk menyelesaikan konflik Palestina dan menghentikan tragedi kemanusiaan di Gaza.

Generasi.co, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara sahabat di Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab, Mesir, Qatar, Yordania, dan Turki.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui siaran pers, Rabu (9/4/2025), Hidayat menyatakan bahwa salah satu agenda utama Presiden adalah membahas penyelesaian konflik Palestina, khususnya kepedulian terhadap nasib warga Gaza yang kini tengah mengalami tragedi kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern.

Misi Kemanusiaan dan Sejarah Panjang Indonesia untuk Palestina

Hidayat, yang akrab disapa HNW, menegaskan bahwa lawatan Presiden Prabowo kali ini bukan hanya sebatas kunjungan diplomatik, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam membayar utang sejarah Indonesia terhadap Palestina, sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.

Menurut HNW, sikap Presiden Prabowo sejalan dengan garis kebijakan luar negeri Indonesia yang secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

Ini telah dinyatakan secara terbuka dalam berbagai forum, mulai dari pidato pelantikan Presiden pada 20 Oktober 2024, hingga dalam forum internasional seperti KTT D-8 di Kairo pada Desember 2024, di mana Prabowo dengan tegas menyerukan pentingnya dukungan dari negara anggota D-8 dan OKI untuk Palestina.

Harapan pada Negara-Negara Liga Arab: Komitmen Konkret dan Bersama

HNW menyoroti pentingnya peran empat negara anggota Liga Arab yang menjadi tujuan kunjungan Presiden—yaitu UEA, Mesir, Qatar, dan Yordania—dalam menindaklanjuti hasil KTT Luar Biasa Liga Arab yang digelar pada 6 Maret 2025 lalu.

Dalam KTT tersebut, negara-negara anggota secara aklamasi menolak proposal dari Presiden AS Donald Trump yang berupaya mengevakuasi warga Gaza dari tanah Palestina.

“Negara-negara ini telah menyepakati pentingnya gencatan senjata, penolakan relokasi warga Gaza, serta dukungan terhadap pembangunan kembali Gaza dan kemerdekaan Palestina,” ujar HNW.

Ia berharap kehadiran Presiden Prabowo dapat menyegarkan komitmen tersebut, sekaligus menyamakan persepsi untuk mengambil langkah nyata bersama dalam menghentikan penjajahan.

Peran Strategis Turki dan Keputusan KTM Luar Biasa OKI

Turki, salah satu negara yang juga dikunjungi Presiden Prabowo, disebut oleh HNW sebagai anggota OKI yang sangat berpengaruh dan selama ini konsisten membela Palestina.

Ia menambahkan bahwa semua negara yang dikunjungi Prabowo, termasuk Turki, hadir dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM LB OKI) yang digelar pada 7 Maret 2025 di Jeddah, Arab Saudi, dan mendukung seluruh keputusan KTT Liga Arab sebelumnya.

Namun, HNW menggarisbawahi bahwa realitas di lapangan menunjukkan kondisi yang justru memburuk.

“Israel terus mengingkari gencatan senjata, memblokade bantuan kemanusiaan, dan bahkan melakukan serangan brutal dengan senjata-senjata mematikan yang menyebabkan lebih dari 50.000 korban jiwa, mayoritas anak-anak, perempuan, lansia, dan tenaga medis,” tegasnya.

Kritik terhadap Israel dan Seruan untuk Keadilan Internasional

Hidayat menilai bahwa dunia internasional kini semakin keras mengecam tindakan Israel yang tidak hanya melanggar kesepakatan gencatan senjata, tetapi juga menunjukkan watak sebagai negara penjajah yang ekspansionis.

“Pernyataan Perdana Menteri Netanyahu soal keinginan membentuk Israel Raya adalah bukti nyata bahwa Israel tidak menginginkan perdamaian,” katanya.

Ia mengajak semua pihak untuk meneladani semangat Gerakan Non-Blok yang pernah diusung oleh Presiden Soekarno, termasuk keberpihakan tegas terhadap Palestina seperti ditunjukkan saat KAA Bandung 1955.

Saat itu, Bung Karno bahkan mengundang Palestina dan menolak kehadiran Israel di Asian Games 1962 sebagai bentuk penolakan terhadap penjajahan.

Misi Kemanusiaan yang Tulus dan Berjangka Waktu

Menanggapi rencana Presiden Prabowo untuk mengevakuasi sekitar 1.000 warga Gaza dengan kriteria tertentu seperti korban luka berat, anak-anak yatim, dan warga yang mengalami trauma, HNW menyatakan dukungannya dengan catatan bahwa evakuasi tersebut harus murni dalam misi kemanusiaan dan bersifat sementara.

“Evakuasi ini tidak boleh dimaknai sebagai bagian dari usulan Trump yang telah ditolak seluruh Liga Arab dan OKI. Ini harus murni demi menyelamatkan korban, memberi perawatan dan perlindungan, hingga mereka bisa kembali ke Gaza yang dibangun kembali dan menjadi bagian dari Negara Palestina Merdeka,” ujarnya.

Momentum KAA dan Peringatan Dekade Konferensi Asia Afrika

HNW juga menyoroti pentingnya momen kunjungan Prabowo yang bertepatan dengan bulan April, bulan yang bersejarah karena pada 18 April 1955 digelar Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung.

Menurutnya, lawatan ini menjadi waktu yang tepat untuk menyegarkan kembali semangat KAA, memperjuangkan kemerdekaan Palestina, serta mengingatkan dunia bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dan moral dalam membela hak-hak rakyat tertindas.

Penutup: Harapan pada Kepemimpinan Global Indonesia

“Semoga kunjungan Presiden Prabowo ke Timur Tengah dapat membawa hasil positif yang nyata, mulai dari realisasi keputusan KTT Liga Arab dan OKI, hingga pembangunan kembali Gaza dan terwujudnya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.”

“Dengan begitu, Indonesia benar-benar membayar lunas hutang sejarahnya terhadap Palestina,” pungkas HNW.

Sebagai Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat menegaskan bahwa rakyat Indonesia mendukung penuh perjuangan ini, dan berharap dunia internasional bersatu untuk menghentikan kekejaman yang terjadi di Gaza.

Lawatan ini diharapkan menjadi batu loncatan diplomatik yang membawa nama baik Indonesia, serta memperlihatkan peran aktif dan bermartabat Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia.