Generasi.co, Jakarta – Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026 meskipun harga minyak mentah dunia terus meningkat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tengah menghitung dampak kenaikan harga minyak terhadap kebutuhan subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Yang sekarang kita lagi memperhitungkan adalah harga ICP global yang naik terus. Karena begitu harga ICP global naik terus, itu kemungkinan besar akan menambah top up subsidi. Tetapi pemerintah berkomitmen untuk tidak ada kenaikan BBM subsidi, tidak ada kenaikan,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) saat ini berada di kisaran USD 92 per barel, lebih tinggi dibandingkan asumsi APBN yang sekitar USD 70 per barel. Pemerintah memperkirakan harga minyak berpotensi tetap di bawah USD 100 per barel apabila tren saat ini berlanjut.
Kenaikan harga minyak berpotensi menambah anggaran yang diperlukan untuk menanggung subsidi energi. Meski demikian, pemerintah menyatakan akan menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak naik.
“Jadi relatif oke. Untuk BBM subsidi Insya-Allah tidak ada kenaikan ya,” ujar Bahlil.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil setelah mengikuti Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga memaparkan proyeksi penerimaan negara dari sektor batu bara. Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor tersebut, yang ditargetkan sebesar Rp 133 triliun, diproyeksikan melampaui Rp 160 triliun.
Sementara itu, devisa ekspor batu bara yang ditargetkan mencapai USD 27 miliar diperkirakan melampaui USD 30 miliar.










