Mensesneg Sebut Prabowo dan Trump Bahas Tarif Resiprokal, Target Rampung Juli 2025

Prabowo Menerima Telepon dari Donald Trump (Sumber: Instagram @prabowo)
Prabowo Menerima Telepon dari Donald Trump (Sumber: Instagram @prabowo)

Prabowo dan Trump bahas tarif resiprokal lewat telepon. Negosiasi masuk putaran kedua, ditarget rampung Juli 2025.

Generasi.co, Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon.

Salah satu topik yang dibahas dalam percakapan tersebut adalah mengenai tarif resiprokal atau tarif timbal balik yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Namun, Prasetyo menjelaskan bahwa topik ini belum dibicarakan secara mendetail.

“Tidak secara spesifik. Tapi membahas dalam konteks Indonesia mengirim negosiasi kemudian dipelajari masing-masing pihak,” ujarnya, dikutip Rabu (17/6/2025).

Ia menambahkan, tim negosiator dari Indonesia telah menyampaikan sejumlah penawaran kepada pemerintah AS, meskipun tidak dirinci lebih lanjut mengenai isi tawaran tersebut. Kedua belah pihak masih mempelajari materi negosiasi tersebut.

“Harus optimistis,” katanya singkat.

Panggilan telepon antara kedua kepala negara berlangsung pada Kamis malam (12/6). Menurut informasi dari Sekretariat Kabinet, percakapan itu juga mencakup tukar kabar serta pembaruan situasi di masing-masing negara. Selain itu, kedua pemimpin menegaskan pentingnya menjaga stabilitas dan perdamaian global, serta memperkuat hubungan kerja sama bilateral.

Sementara itu, negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat kini telah memasuki tahap kedua. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi tim delegasi Indonesia dijadwalkan berangkat ke Washington DC pada pekan ini.

Putaran pertama negosiasi telah berlangsung sejak April 2025 dan mencakup topik seperti tarif, hambatan non-tarif, perdagangan digital, hingga keamanan ekonomi. Airlangga menyampaikan perkembangan positif telah dicapai, termasuk pembentukan kelompok kerja (working group) yang bertugas mempercepat proses pembahasan.

Pertemuan bilateral antara Airlangga dan perwakilan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), Jamieson Greer, yang berlangsung di sela forum tingkat menteri OECD di Paris pada 3 Juni 2025, juga menghasilkan kemajuan. Dalam kesempatan itu, Airlangga mengungkapkan Indonesia telah menyerahkan dokumen yang dibutuhkan USTR.

“Amerika berharap seluruh dokumen terkait dengan pembahasan itu sudah masuk semua. Ambasador Greer mengapresiasi proposal Indonesia sebagai basis yang baik untuk mendapatkan pertimbangan bagi Amerika,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat (6/6).

Indonesia termasuk dalam 18 negara yang dokumennya telah dinilai paling siap. Selain itu, kedua negara juga telah menandatangani perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement (NDA). Tim teknis menyepakati tenggat waktu 60 hari untuk menyelesaikan negosiasi, terhitung sejak keputusan Presiden Donald Trump menunda penerapan tarif resiprokal pada 9 April 2025.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan negosiasi ditargetkan rampung paling lambat 8 Juli 2025.

“Targetnya tetap mudah-mudahan selesai di 60 hari. Atau paling lambat batas waktu penundaan 90 hari sejak 9 April, berarti 8 Juli 2025,” ungkapnya.

(BAS/Red)