Perkuat Modal Kerja, Program Pembiayaan Bank Jakarta Dorong Pertumbuhan UMKM Pasar Kramat Jati

Foto: Akad Kredit Massal Bank Jakarta bagi 100 orang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (1/9),
Foto: Akad Kredit Massal Bank Jakarta bagi 100 orang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (1/9),

GENERASI.CO, JAKARTA – Aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, tidak hanya menggerakkan roda distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga membuka ruang bagi para pedagang untuk memperluas skala usaha. Salah satu faktor pendorongnya adalah ketersediaan permodalan melalui Program Pembiayaan Pedagang Pasar dari Bank Jakarta.

Dukungan finansial tersebut dirasakan langsung oleh Rosmani Sitohang, pedagang yang telah menekuni komoditas bawang merah sejak 2015. Melalui fasilitas pembiayaan senilai Rp108 juta yang diterimanya dari Bank Jakarta, perputaran stok barang dagangan dapat ditingkatkan secara optimal hingga melipatgandakan perolehan laba.

“Program pembiayaan pedagang pasar ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya. Keuntungannya sekarang bisa sampai empat kali lipat,” ujar Rosmani saat ditemui dalam acara Akad Massal Program Pembiayaan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur, Selasa (1/9).

Rosmani berharap skema pembiayaan ini terus bergulir dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha di kawasan pasar tradisional. Kemudahan akses permodalan dinilai krusial guna menjaga ketahanan kas operasional di tengah dinamika harga bahan pangan.

Sementara itu, manfaat serupa diperoleh Ika Tiara, pedagang sembako yang telah beberapa kali memanfaatkan fasilitas perbankan tersebut. Berbeda dengan pemanfaatan modal kerja harian, Ika mengalokasikan sebagian pinjaman untuk kepastian sewa kios jangka panjang selama 20 tahun.

“Manfaatnya besar banget bagi pedagang untuk mengembangkan usaha,” ujar Ika.

Kepastian lokasi usaha memberi ketenangan bagi Ika untuk memacu ekspansi penjualan sembako tanpa khawatir akan keberlanjutan tempat berniaga. Fasilitas kredit yang diperolehnya secara bertahap terbukti mampu mendorong kenaikan omzet secara berkesinambungan.

Dukungan permodalan perbankan dinilai memberikan keleluasaan bagi pedagang pasar untuk merencanakan strategi bisnis jangka panjang serta memperkuat stabilitas pasokan barang kebutuhan pokok.

“Sebelumnya saya sudah mendapat pembiayaan Rp500 juta, kemudian terakhir Rp400 juta. Usaha saya terus meningkat setelah mendapatkan pembiayaan dari Bank Jakarta,” tutur Ika.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, turut menyaksikan penandatanganan Akad Kredit Massal bagi 100 pedagang di pasar tersebut. Program ini menyediakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Non-KUR dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi kerja sama konkret antara Bank Jakarta dan Perumda Pasar Jaya dalam mendukung ekonomi kerakyatan. Hingga kini, Bank Jakarta telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang dari total 5.000 pelaku usaha di Pasar Induk Kramat Jati.

“Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati ini. Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha,” ujar Rano Karno.

Rano optimistis penguatan likuiditas bagi UMKM pasar akan mempercepat peningkatan kapasitas usaha dan kesejahteraan pedagang. Momentum akad massal ini diharapkan dapat menarik minat pedagang lain untuk beralih ke saluran pembiayaan perbankan resmi.

Kendati demikian, ia mengingatkan pentingnya penguatan literasi dan disiplin pencatatan keuangan. Manajemen finansial yang sehat merupakan prasyarat mutlak agar dana pembiayaan mampu memberikan imbal hasil optimal serta menjaga kesinambungan usaha.

“Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar yang lain,” tegas Rano. (BAS)