Generasi.co, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membantah pemerintah provinsi sengaja mematikan kamera pengawas atau CCTV saat unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (27/8).
Pramono memastikan aktivitas CCTV tetap termonitor dan Pemprov DKI memiliki data terkait pemantauan tersebut.
“Tidak benar bahwa ada upaya untuk mematikan CCTV dan sebagainya karena semuanya termonitor dan kami mempunyai data untuk itu,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin.
Pramono mengakui terdapat sejumlah CCTV yang rusak akibat ulah oknum. Salah satu lokasi yang disebut berada di Pejompongan.
Dia meminta jajarannya mendalami perusakan tersebut dan mencari pelakunya. Jika pelaku ditemukan, Pramono meminta aparat penegak hukum menindaklanjutinya.
Sebelumnya, Pramono telah meminta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi mencari pelaku perusakan CCTV saat aksi penyampaian pendapat pada Kamis (27/8).
“Tentunya kami sekarang sedang mendalami itu, termasuk yang di Pejompongan. Tetapi saya harus menyampaikan secara keseluruhan sebenarnya pelaksanaan ketika terjadi demo kemarin hampir semua fasilitas publik kita itu berjalan dengan baik,” ungkap Pramono.
Menurut Pramono, perusakan fasilitas publik tidak dapat dibenarkan. Dia mengatakan masyarakat tetap diperbolehkan menyampaikan pendapat dalam negara demokrasi selama mengikuti prosedur yang berlaku.
“Seperti yang saya sampaikan berulang kali, sebagai negara demokrasi, demo itu diperkenankan, diizinkan selama mengikuti prosedur dan sebagainya. Tetapi kalau kemudian melakukan pengrusakan, anarkis, dan sebagainya, tentunya tidak ada masyarakat yang kemudian memberikan support untuk itu,” ujar Pramono.










