Prabowo Tegaskan Tak Toleransi Aparat yang Rugikan dan Curi Uang Rakyat

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Biodiesel B50 bertajuk "Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional" di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Generasi.co, Kabupaten Malang – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi aparatur negara yang menyalahgunakan kewenangan, membuat kebijakan yang merugikan rakyat, maupun mencuri uang negara. Presiden menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap pelanggaran tersebut.

“Kita tidak mau toleransi kepada mereka yang dipercaya oleh rakyat, yang digaji oleh rakyat, tapi melaksanakan kebijakan-kebijakan dan tindakan-tindakan yang merugikan rakyat. Apalagi mencuri uang rakyat. Kita tidak toleransi. Saya tidak toleransi. Sebagai presiden yang dipercaya rakyat, saya tidak akan ragu-ragu,” kata Prabowo saat berpidato usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).

Presiden mengatakan pemerintah kini terus mempercepat berbagai program strategis setelah target swasembada pangan berhasil dicapai. Fokus selanjutnya diarahkan pada percepatan swasembada energi, pembangunan ketahanan air, serta penertiban berbagai aktivitas ilegal yang merugikan negara.

Menurut Prabowo, pemerintah juga akan memperkuat pemberantasan penyelundupan serta praktik ilegal di sektor pertambangan, perkebunan, perikanan, dan perdagangan.

Selain itu, pemerintah akan mempercepat program peremajaan tanaman tebu nasional. Prabowo mengungkapkan Menteri Pertanian melaporkan program yang semula ditargetkan rampung dalam empat tahun dapat diselesaikan dalam dua tahun.

“Beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun.’ Tapi, saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit, Menteri Pertanian. Janji dua tahun tapi you tidak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau. Menteri-menteri, jenderal-jenderal jangan ambruk. Jadi kita akan percepat semua usaha, kita akan kerja keras,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengapresiasi kinerja para menteri, TNI, Polri, dan seluruh unsur pemerintah yang dinilainya bekerja keras untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional.

“Saya bangga hari ini, dan saya bangga beberapa minggu-minggu ini. Saya melihat kerja keras semua unsur, menteri-menteri, Panglima, Kapolri, semua unsur bekerja dengan gesit, tidak istirahat. Kita sadar bahwa rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan negara kaya seperti kita. Karena itu, pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berbuat yang terbaik, untuk menggapai sasaran yang tertinggi dalam waktu yang secepat-cepatnya. Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri,” katanya.

Prabowo turut mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan untuk mengelola dan mengamankan kekayaan nasional agar manfaatnya dapat dinikmati sebesar-besarnya oleh rakyat.

“Semua unsur, kita bahu-membahu. Saya mengajak semua kekuatan, sudah bersatulah, bersatulah untuk bangsa dan rakyat kita. Bersatulah untuk anak-anak dan cucu kita. Bersatulah untuk mengamankan, menguasai kembali semua kekayaan bangsa Indonesia supaya rakyat kita bisa menikmati kekayaan tersebut,” tuturnya.

Presiden menegaskan percepatan pembangunan di berbagai sektor merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan semakin sejahtera.