Generasi.co, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memperkirakan dampak ekonomi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai terasa pada 2027 seiring bertambahnya jumlah koperasi yang beroperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Prabowo mengatakan KDKMP dirancang sebagai sarana utama rantai pasok di tingkat desa untuk memangkas panjangnya jalur distribusi. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Dan ini nanti efeknya akan terasa saya kira beberapa bulan, mungkin tahun 2027, 2028 akhir. Ini kurang lebih,” kata Prabowo dalam Program Presiden Prabowo Menjawab yang disampaikan di Jakarta, Rabu.
Menurut Prabowo, pemerintah masih merealisasikan program tersebut secara bertahap. Saat ini sekitar 6.000 KDKMP telah beroperasi.
Ia meyakini dampak ekonomi akan semakin terasa seiring bertambahnya jumlah koperasi yang dibangun. KDKMP juga membuka ruang bagi sistem rantai pasok yang lebih efisien dengan memperpendek jalur antara produsen dan konsumen.
Prabowo mencontohkan hasil panen petani yang selama ini dapat melewati sekitar lima perantara sebelum sampai kepada konsumen. Menurut dia, para perantara tersebut dapat mengambil margin keuntungan hingga 30-40 persen.
Kondisi itu, kata Prabowo, membuat konsumen harus membeli bahan pangan dengan harga lebih mahal, sementara pendapatan petani belum optimal.
“Dengan KDKMP, petani hanya ada satu perantara sampai ke konsumen,” kata dia.
Ia mengatakan pemangkasan rantai distribusi tersebut dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus konsumen.
“Ada tambahan (penghasilan) untuk petani, tapi konsumen juga hemat. Jadi ini kurang lebih gagasan intinya,” imbuh Prabowo.
Prabowo menilai pembangunan ekosistem ekonomi berbasis desa melalui KDKMP menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Selain KDKMP, pemerintah menjalankan berbagai program strategis di sektor pangan, energi, pendidikan, perumahan, hilirisasi, serta Makan Bergizi Gratis (MBG).










