Roy Suryo Dilaporkan ke Polisi, Prabowo Bela Jokowi Soal Isu Ijazah Palsu: Nanti Ijazah Saya Ditanya-tanya

Foto: Presiden RI Prabowo Subianto memperingatkan aparat penegak hukum untuk setia kepada negara dan rakyat, serta memberikan kesempatan kepada koruptor untuk bertobat dengan mengembalikan uang rakyat. (Kolase Generasi.co/setkab.go.id/Wikipedia)
Foto: Presiden RI Prabowo Subianto memperingatkan aparat penegak hukum untuk setia kepada negara dan rakyat, serta memberikan kesempatan kepada koruptor untuk bertobat dengan mengembalikan uang rakyat. (Kolase Generasi.co/setkab.go.id/Wikipedia)

Presiden terpilih Prabowo Subianto membela Jokowi dari tudingan ijazah palsu dan menolak anggapan sebagai presiden boneka. Ia sebut konsultasi dengan Jokowi sebagai bentuk kepemimpinan bijak.

Generasi.co, Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto angkat suara terkait polemik ijazah palsu yang kembali menimpa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Dalam rapat bersama para menteri di Istana Presiden, Jakarta, Senin (5/5/2025), Prabowo mengaku heran mengapa isu tersebut masih terus dipermasalahkan.

Padahal, menurut Prabowo, Jokowi telah memimpin Indonesia selama dua periode dengan banyak pencapaian.

“Pak Jokowi berhasil 10 tahun, orang suka-tidak suka. Masalah ijazah disoalkan, nanti ijazah saya ditanya-tanya,” ujar Prabowo di hadapan para menteri.

Prabowo juga menanggapi tudingan yang menyebut dirinya sebagai presiden boneka.

Menurutnya, konsultasi dengan Jokowi sebagai presiden dua periode merupakan hal yang wajar dan justru menunjukkan sikap kepemimpinan yang bijak.

“Saya dibilang presiden boneka, saya dikendalikan Pak Jokowi. Saya katakan itu tidak benar. Bahwa kita konsultasi, iya, itu seorang pemimpin yang bijak,” tegas Prabowo.

Pernyataan ini muncul setelah Jokowi secara resmi melaporkan lima orang ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran fitnah dan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu.

Salah satu yang dilaporkan adalah mantan Menpora Roy Suryo.

Jokowi menyampaikan laporan tersebut bukan terkait kajian ilmiah, tetapi karena sudah masuk pada tahap penghinaan terhadap dirinya secara personal.

“Ini bukan objek penelitian. Ini sudah menghina saya sehina-hinanya, sudah menuduh ijazah itu palsu, sudah merendahkan saya serendah-rendahnya,” ujar Jokowi saat ditemui di kediamannya di Solo.

Jokowi menegaskan bahwa pembuktian akan dilakukan melalui jalur hukum dan proses persidangan.

“Ya nanti dibuktikan lewat proses hukum. Nanti akan kita lihat di pengadilan seperti apa,” ucapnya.

Kuasa hukum Jokowi, Yakub Hasibuan, menyebut ada 24 video sebagai barang bukti dalam laporan tersebut.

Video-video itu berisi tuduhan terhadap keaslian ijazah Jokowi yang dinilai merendahkan martabat kepala negara.

“Ada 24 video, 24 objek yang sudah Pak Jokowi laporkan. Diduga dilakukan oleh beberapa pihak, inisialnya RS, RS, ES, T, dan K,” kata Yakub.

Sementara itu, Roy Suryo menanggapi laporan tersebut dengan santai dan sinis

Ia bahkan menyebut laporan itu sebagai hal yang lucu dan tidak berdasar.

“Soal laporan alap-alap itu silakan saja. Mestinya kepolisian lebih cerdas dan mengerti pengertian soal locus delicti-nya. Makin lucu,” ujar Roy.

Meski demikian, Roy menyatakan siap mengikuti proses hukum dan akan membongkar dugaan skripsi dan ijazah palsu Jokowi.

“Kami siap menjalani proses dan akan membongkar habis kasus skripsi palsu dan dugaan ijazahnya. Kalau skripsinya terbukti secara teknis palsu, otomatis ijazahnya juga palsu,” ungkap Roy.

Jokowi berharap pelaporan ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar saling menjaga etika dalam menyampaikan kritik dan tidak menyebarkan fitnah.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan elite bangsa untuk bersatu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Nanti akan menjadi pembelajaran kita semuanya. Dan menurut saya, dalam tantangan global yang sangat berat, yang diperlukan negara kita sekarang adalah kekompakan, saling merangkul, menjaga persatuan dan kesatuan”

“Terutama elite-elite dan seluruh masyarakat, agar tantangan berat yang dihadapi semua negara bisa kita selesaikan.”

“Bukan hal yang mudah sekarang ini. Harus semuanya berangkulan bersatu menghadapi tantangan global yang tidak mudah.” ujarnya.

(BAS/Red)