Generasi.co, Jakarta – Ijtima Ulama Indonesia menyerahkan dokumen Kesepakatan Ijtima Ulama kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (23/7/2026). Dokumen tersebut memuat rekomendasi strategis sebagai bentuk dukungan ulama terhadap arah pembangunan nasional.
Kesepakatan itu dibacakan K.H. Muhidin Almanafi di hadapan Presiden Prabowo, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, para ulama, tokoh agama, serta ribuan kader PKB yang menghadiri peringatan Harlah bertema Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi.
Dalam rekomendasinya, Ijtima Ulama Indonesia menyatakan dukungan terhadap berbagai langkah strategis pemerintah, mulai dari penguatan kedaulatan bangsa, pembangunan kemandirian ekonomi, percepatan industrialisasi dan hilirisasi, hingga penguatan ketahanan pangan dan energi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ijtima Ulama mendukung langkah-langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan bangsa, membangun kemandirian ekonomi, mempercepat industrialisasi dan hilirisasi, mewujudkan ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengembalikan arah pembangunan nasional pada amanat Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945 demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” kata K.H. Muhidin Almanafi.
Dalam pembukaannya, para ulama, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh agama yang tergabung dalam Ijtima Ulama Indonesia menyatakan telah mencermati dinamika nasional, perubahan tatanan dunia, serta arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta cita-cita para pendiri bangsa, mereka menyampaikan tiga rekomendasi utama.
Rekomendasi tersebut meliputi penguatan negara untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan sejahtera melalui dukungan terhadap langkah-langkah strategis pemerintah, memastikan negara yang kuat tetap berjalan dalam koridor konstitusi, keadilan, dan tata kelola yang baik, serta meneguhkan komitmen ulama untuk terus memperbaiki dan menata Nahdlatul Ulama, sekaligus menguatkan umat, bangsa, dan negara.
Selain memberikan dukungan terhadap arah pembangunan nasional, Ijtima Ulama Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan melalui peran moral dan keagamaan yang konstruktif.
“Kami meyakini, semakin sehat dan kuat Nahdlatul Ulama, semakin besar kontribusinya bagi umat, semakin kokoh persatuan bangsa, dan semakin efektif negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujar K.H. Muhidin Almanafi.
Usai pembacaan, K.H. Muhidin Almanafi menyerahkan langsung dokumen Kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto. Penyerahan dokumen tersebut menjadi bagian dari rangkaian Harlah ke-28 PKB sekaligus menegaskan dukungan ulama terhadap arah pembangunan nasional.










