Abu Vulkanik Masih Terdeteksi, DKI Perpanjang PJJ Satu Hari

Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadiri grand launching Kartu Debit Visa Bank Jakarta di Lippo Mal Kemang, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026). (Istimewa)
Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadiri grand launching Kartu Debit Visa Bank Jakarta di Lippo Mal Kemang, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026). (Istimewa)

Generasi.co, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama satu hari akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih terdeteksi di sejumlah wilayah Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sebaran abu vulkanik di Jakarta telah menurun signifikan. Namun, abu masih terdeteksi di beberapa daerah sehingga PJJ diperpanjang hingga Selasa, 8 September 2026.

“Sekarang ini sebenarnya abu vulkaniknya sudah mengalami penurunan yang luar biasa. Tetapi di beberapa daerah masih ada, dan kami masih memerlukan waktu satu hari untuk memperpanjang pembelajaran jarak jauh ini sampai dengan besok. Sehingga dengan demikian PJJ di Jakarta sampai dengan besok,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Pramono meminta Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerbitkan surat edaran sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut. Menurutnya, kebijakan PJJ di Jakarta perlu dituangkan dalam surat edaran agar dapat mengatur pelaksanaannya.

“Nanti saya minta Kepala Dinas Pendidikan untuk menindaklanjuti itu karena di Jakarta tidak cukup hanya dengan statement saya, tetapi harus ada SE Kepala Dinas Pendidikan untuk mengatur hal tersebut,” ujarnya.

Selain memperpanjang PJJ, Pramono meminta jajarannya terus melakukan penyemprotan air atau water mist di sejumlah jalan di Jakarta.

Pemprov DKI juga meminta pemilik gedung yang memiliki fasilitas water mist untuk menggunakannya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadapi sebaran abu vulkanik yang masih terdeteksi di sejumlah wilayah.

“Kami bahkan sudah meminta kepada gedung-gedung yang mempunyai fasilitas untuk water mist, kami minta untuk bisa dilakukan itu. Sehingga dengan demikian Jakarta tetap mengadakan itu,” kata Pramono.