Bagaimana Mengobati HIV?

HIV/Unsplash

Saat ini belum ditemukan obat untuk human immunodeficiency virus (HIV). Namun, infeksi ini dapat dikontrol melalui antiretroviral therapy (ART), yaitu kombinasi obat yang tersedia dalam bentuk pil maupun suntikan. HIV menyerang sel CD4 dalam sistem kekebalan tubuh dan ditularkan melalui hubungan seksual tanpa perlindungan atau penggunaan jarum suntik bersama. Satu-satunya cara memastikan seseorang terinfeksi adalah melalui tes HIV. Bila hasil tes positif, pengobatan harus segera dimulai karena virus akan terus berkembang biak dan meningkatkan risiko terjadinya acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) apabila tidak ditangani.

Tujuan utama ART adalah menurunkan viral load hingga tidak terdeteksi. Kondisi ini menunjukkan jumlah HIV dalam darah berada pada tingkat yang sangat rendah sehingga tidak dapat diukur melalui tes, sekaligus membuat pasien tidak dapat menularkan virus. Jika viral load ditekan, sistem imun dapat pulih dan kembali memproduksi sel CD4 sehingga kemampuan tubuh melawan infeksi serta kanker terkait HIV meningkat.

Sebelum Memulai Pengobatan HIV

Memulai terapi segera setelah diagnosis sangat penting bagi kesehatan jangka panjang. Menyadur dari laman health.com, tenaga kesehatan dan penyedia layanan sosial umumnya akan membantu menyusun rencana terapi yang tepat dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti:

  • interaksi antara obat HIV dan obat lain yang sedang dikonsumsi
  • kendala potensial yang dapat mengganggu kepatuhan terapi (misalnya biaya atau akses obat)
  • kemungkinan efek samping
  • kemudahan dan kenyamanan regimen pengobatan
  • riwayat kesehatan pasien
  • hasil tes resistensi obat HIV

Tes resistensi obat membantu menentukan obat mana yang kurang efektif, sehingga regimen ART dapat disesuaikan.

Memahami Siklus Hidup HIV

ART terdiri dari obat-obatan yang memperlambat replikasi HIV pada berbagai tahap siklus hidup virus. Siklus hidup HIV mencakup tujuh tahap:

  1. Binding: HIV menempel pada sel CD4.
  2. Fusion: Virus memasuki sel CD4.
  3. Reverse transcription: HIV mengubah RNA menjadi DNA.
  4. Integration: DNA HIV masuk ke DNA sel CD4.
  5. Replication: HIV membentuk rantai protein baru untuk menggandakan diri.
  6. Assembly: Protein dan RNA HIV berkumpul di permukaan sel.
  7. Budding: HIV keluar dari sel dan matang menjadi virus infeksius.

Terdapat tujuh kelas obat HIV yang menarget tahap berbeda dalam siklus hidup virus:

1. CCR5 Antagonists

Obat ini menghambat HIV memasuki sel CD4 dengan memblokir koreseptor CCR5. Saat ini hanya ada satu obat yang disetujui FDA:

BrandGenerikBentuk
SelzentryMaravirocPil atau cairan oral

2. Attachment dan Post-Attachment Inhibitors

Menghambat virus menempel pada sel CD4 atau mencegahnya memasuki sel. Terdapat dua obat yang disetujui FDA:

BrandGenerikBentuk
RukobiaFostemsavirPil
TrogarzoIbalizumabSuntikan

3. Fusion Inhibitors

Menghambat protein gp41 agar virus tidak dapat memasuki sel CD4. Hanya satu obat tersedia:

BrandGenerikBentuk
FuzeonEnfuvirtideSuntikan dua kali sehari

4. NRTI dan NNRTI

Menghambat enzim reverse transcriptase sehingga HIV tidak dapat mengubah RNA menjadi DNA.

Contoh NRTI:

BrandGenerikBentuk
EmtrivaEmtricitabinePil/cairan
EpivirLamivudinePil/cairan
VireadTenofovir DFPil/serbuk
RetrovirZidovudinePil/cairan/injeksi
ZiagenAbacavirPil/cairan

Contoh NNRTI:

BrandGenerikBentuk
EdurantRilpivirinePil
IntelenceEtravirinePil
PifeltroDoravirinePil
SustivaEfavirenzPil
Viramune/XRNevirapinePil/cairan

5. Integrase Strand Transfer Inhibitors (INSTI)

Menghambat enzim integrase sehingga DNA HIV tidak dapat masuk ke DNA sel CD4.

Contoh INSTI:

BrandGenerikBentuk
Isentress/HDRaltegravirPil/serbuk
Tivicay/PDDolutegravirPil
Vocabria/ApretudeCabotegravirPil/suntikan

6. Protease Inhibitors (PI)

Menekan pematangan HIV baru pada fase budding sehingga virus tidak dapat menginfeksi.

Contoh PI:

BrandGenerikBentuk
AptivusTipranavirPil
LexivaFosamprenavirPil/cairan
NorvirRitonavirPil/cairan
PrezistaDarunavirPil/cairan
ReyatazAtazanavirPil/serbuk

7. Obat Kombinasi

Menggabungkan beberapa obat dalam satu pil sehingga lebih mudah dikonsumsi setiap hari.

Contoh obat kombinasi meliputi:

  • Atripla
  • Biktarvy
  • Cimduo
  • Complera
  • Descovy
  • Epzicom
  • Symfi/Symfi Lo
  • Symtuza
  • Truvada

Pembiayaan dan Dukungan Pasien

Sebagian besar asuransi kesehatan menanggung pengobatan HIV. Pemerintah AS juga menyediakan berbagai program federal untuk membantu pasien tanpa asuransi memperoleh obat dan layanan kesehatan secara teratur.

Hidup dengan HIV

Diagnosis HIV dapat menimbulkan tekanan emosional. Namun, perkembangan ART memungkinkan pasien hidup panjang dan sehat. Viral load biasanya dapat ditekan hingga tidak terdeteksi dalam 3–6 bulan setelah terapi dimulai.

Ketika viral load tidak terdeteksi, penularan HIV melalui hubungan seks tidak terjadi. Konsistensi minum obat tetap penting. Melewatkan dosis dapat menyebabkan virus berkembang kembali dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Terapi dianggap efektif apabila viral load terus menurun sejak ART dimulai. Pemeriksaan rutin tetap dibutuhkan untuk memantau efektivitas pengobatan.