Buka Rakerwil Dekopin Jateng, Menkop Ferry Juliantono Jadikan Koperasi Merah Putih Benteng Pelindung Produk Lokal!

Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono/Ist.

Semarang, Generasi.co — Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh insan perkoperasian di Tanah Air. Ia mewajibkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk menjadi benteng utama sekaligus etalase eksklusif bagi produk-produk lokal, dan menutup pintu bagi dominasi produk asing maupun distributor raksasa.

Pernyataan bernada nasionalisme ekonomi tersebut disampaikan langsung oleh Menkop Ferry saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Jawa Tengah, sekaligus menyaksikan pengukuhan pengurus Dekopin wilayah setempat di Semarang, Selasa (14/4/2026).

Acara strategis ini turut dihadiri oleh jajaran elite daerah dan pusat, di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi Herbert Siagian, Ketua Harian Dekopin Priskianto, hingga Ketua Dekopin Wilayah Jateng Sri Hartini.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ferry menyebut momentum Rakerwil ini sangat krusial untuk merapatkan barisan dan mengonsolidasikan gerakan koperasi dari tingkat akar rumput.

“Momentum ini menjadi penting untuk memperkuat konsolidasi gerakan koperasi di daerah. Saya mengajak seluruh jajaran Dekopin, khususnya di Jawa Tengah, untuk bersama-sama mendorong kemajuan produk-produk lokal agar bisa naik kelas dan masuk ke pasar yang lebih luas melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP),” tegas Ferry.

Alat Perjuangan Ekonomi Rakyat

Menkop Ferry menyoroti tajam fungsi fundamental KDKMP. Ia tidak ingin koperasi di tingkat desa/kelurahan hanya menjadi kepanjangan tangan dari kapitalis besar atau tempat “numpang lewat” barang impor. Koperasi harus kembali pada muruahnya sebagai urat nadi perekonomian rakyat.

“KDKMP harus menjadi rumah bagi produk lokal, bukan diisi oleh produk luar atau didominasi distributor besar. Di sinilah koperasi hadir sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat, memperkuat produksi, memperpendek rantai distribusi, dan memastikan nilai tambah kembali ke masyarakat,” urainya dengan tegas.

Melalui langkah pemotongan rantai pasok dan intervensi langsung dari KDKMP, pemerintah meyakini margin keuntungan yang selama ini menguap ke perantara (middlemen) dapat dikembalikan sepenuhnya untuk mendongkrak kesejahteraan produsen lokal dan para anggota koperasi di tingkat desa.