KENDAL – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY), mengajak generasi muda Kabupaten Kendal untuk berani memulai, mengembangkan kreativitas, dan memanfaatkan teknologi sebagai peluang untuk menciptakan lapangan kerja serta mendorong kemajuan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Ibas Yudhoyono dalam forum kepemudaan bertema Arah Baru Kepemimpinan Pemuda dan Citra Bangsa di Era Digital di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, EBY mengapresiasi perkembangan Kendal yang memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi di Jawa Tengah, didukung oleh sektor industri, pertanian, perikanan, UMKM, pendidikan keagamaan, hingga pariwisata.
Menurut EBY, keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK) menjadi salah satu peluang strategis untuk mengoptimalkan potensi daerah dan memperkuat perekonomian. Pertumbuhan industri perlu diiringi dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal agar masyarakat Kendal dapat berpartisipasi secara langsung dan memperoleh manfaat dari perkembangan ekonomi tersebut.
“Jangan pernah takut untuk gagal. Jangan takut untuk rugi kalau berusaha. Jangan takut untuk melangkah lebih maju,” pesan EBY kepada generasi muda Kendal.
Teknologi dan AI Jadi Peluang bagi Anak Muda
EBY menilai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan sumber penghasilan baru. Anak muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan karya, membangun usaha, dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurut Ibas, media sosial dan internet dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk lokal, mempromosikan destinasi wisata, serta memperkenalkan seni dan budaya Kendal kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan strategi digital yang tepat, generasi muda dapat menjangkau pasar yang lebih besar sekaligus mengembangkan potensi ekonomi daerah.
“Teman-teman yang muda juga bisa menggerakkan sektor ekonomi kreatif menjadi seorang animator, menjadi seorang ilustrator, menjadi seorang digital artist,” ujar EBY.
Ia juga mengingatkan agar AI tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai sarana untuk memperkuat kreativitas dan mempermudah pekerjaan. Generasi muda perlu terus belajar, beradaptasi, serta memanfaatkan teknologi secara bijak agar mampu bersaing di tengah perubahan dunia kerja.
EBY berharap pemuda Kendal dapat mengembangkan berbagai peluang di sektor ekonomi digital dan industri kreatif. Dengan keberanian untuk memulai dan kemauan untuk terus belajar, ide-ide yang dimiliki anak muda dapat berkembang menjadi usaha produktif yang memberikan manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat.
Perkuat Keterampilan dan Perluas Kesempatan Kerja
EBY mengapresiasi perkembangan Kendal sebagai daerah dengan potensi ekonomi yang terus bertumbuh. Keberadaan Kawasan Industri Kendal dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat industrialisasi dan hilirisasi, menarik investasi, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat dan Jawa Tengah.
Menurut EBY, perkembangan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, penguatan hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, serta pemberdayaan masyarakat menjadi langkah penting agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam sesi dialog, Anatun Mu’alifah dari Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Kendal menyampaikan pertanyaan mengenai upaya menjaga budaya lokal di tengah kehadiran pekerja dari luar daerah di Kawasan Industri Kendal dan mahasiswa pendatang. Ia juga menyoroti kecenderungan sebagian generasi muda setempat yang memilih bekerja ke luar negeri, termasuk Jepang dan Taiwan.
Sementara itu, Rizki, seorang profesional di sektor perbankan, menyampaikan aspirasi mengenai perlunya dukungan pemerintah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kendal agar dapat berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Menanggapi aspirasi tersebut, EBY menegaskan bahwa dialog antara generasi muda, pemerintah, dan wakil rakyat perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Menurutnya, aspirasi tidak boleh berhenti pada diskusi dan jawaban, tetapi harus dikawal hingga implementasinya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia berharap pertumbuhan industri di Kendal dapat terus terjaga dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat setempat. Karena itu, peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal perlu menjadi perhatian agar semakin banyak masyarakat Kendal yang memiliki kesempatan untuk bekerja dan berkembang di daerahnya sendiri.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, turut menyampaikan harapan agar pertemuan tersebut menghasilkan tindak lanjut nyata bagi generasi muda. Ia menekankan pentingnya pelatihan kewirausahaan, peningkatan keterampilan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta pengembangan kelompok sadar wisata untuk mendukung potensi pariwisata daerah.
Rinto Subekti, yang merupakan bagian dari pimpinan Komisi XIII DPR RI, menambahkan bahwa masyarakat Kendal memiliki kualitas dan kemampuan untuk bersaing di kawasan industri. Ia menyampaikan bahwa Komisi XIII juga memiliki program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Terkait keberadaan tenaga kerja asing, Rinto menekankan pentingnya memastikan perizinan sesuai ketentuan serta keahlian tenaga kerja asing benar-benar sesuai dengan bidang pekerjaan yang dibutuhkan.
Senada dengan itu, Raja Faisal menyatakan akan berkoordinasi dengan mitra Komisi XIII, termasuk pihak imigrasi, untuk menindaklanjuti persoalan terkait tenaga kerja asing. Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah I yang mencakup Kabupaten Kendal, ia juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan generasi muda untuk bersama-sama mencari solusi.
Pemuda sebagai Penjaga Persatuan dan Budaya
Selain mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi, EBY mengingatkan pentingnya menjaga identitas serta budaya lokal di tengah perubahan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi harus diimbangi dengan sikap bijak, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap nilai-nilai yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Kendal memiliki kekayaan budaya, potensi pariwisata, dan kehidupan keagamaan yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan daerah. Dikenal sebagai kabupaten dengan banyak pondok pesantren, Kendal memiliki peluang untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang terhubung dengan budaya, kuliner, pariwisata religi, serta produk-produk lokal.
Dalam dialog tersebut, Aprilia Wijayanti, Putri Pariwisata Jawa Tengah 2024, menyoroti posisi strategis Kendal, keberadaan kawasan industri, serta peluang pengembangan pariwisata melalui promosi digital. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dapat semakin diperkuat untuk memperkenalkan potensi daerah.
Sementara itu, Septania Andriani, Wakil 1 Mbak Jawa Tengah 2025, mempertanyakan langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk menjaga semangat positif dan peran aktif generasi muda di tengah arus globalisasi serta semakin mudahnya akses informasi. Aspirasi lainnya disampaikan Sinang Agung, yang berharap kreativitas pemuda, termasuk gagasan yang tumbuh dari komunitas dan wilayah perdesaan, mendapatkan ruang, dukungan, dan perhatian.
EBY mengapresiasi keberanian generasi muda dalam menyampaikan gagasan dan aspirasi secara terbuka, santun, serta beretika. Ia menilai pertukaran pandangan semacam ini merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi sekaligus membantu pemerintah memahami kebutuhan masyarakat secara lebih dekat.
Menurut Ibas Yudhoyono, generasi muda dapat berperan aktif dalam menjaga budaya daerah dengan memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan kesenian, produk lokal, dan destinasi wisata Kendal. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya menjaga identitas daerah, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dorong Kolaborasi untuk Masa Depan Kendal
EBY menegaskan bahwa kemajuan daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan generasi muda. Potensi Kendal di sektor industri, pertanian, perikanan, UMKM, pendidikan keagamaan, dan pariwisata perlu dikembangkan secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia berharap forum kepemudaan tersebut tidak berhenti sebagai ruang bertukar gagasan, tetapi menjadi awal dari kerja sama dan aksi nyata. Generasi muda perlu terus meningkatkan kapasitas diri, berani mengambil peluang, serta menggunakan teknologi secara produktif untuk menciptakan solusi atas berbagai tantangan di lingkungan mereka.
Bagi EBY, generasi muda tidak cukup hanya menunggu kesempatan, tetapi juga perlu berani mengambil langkah, meningkatkan keterampilan, dan membangun kolaborasi. Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, anak muda Kendal diharapkan mampu menciptakan peluang usaha, memperluas kesempatan kerja, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Menutup pesannya, Ibas mengingatkan pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Ia mengutip prinsip khairunnas anfa’uhum linnas, yang mengandung makna bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Melalui semangat tersebut, EBY berharap generasi muda Kendal terus berani berinovasi, menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan mengambil peran aktif dalam membangun daerah serta masa depan Indonesia.










