Kucurkan Rp1,5 T untuk Korban Banjir Sumatra, Wamentan: Petani Digaji Perbaiki Sawah Sendiri

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono/FB

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mengumumkan bahwa pemerintah pusat telah menggelontorkan dana sebesar Rp1,5 triliun untuk memulihkan sektor pertanian yang luluh lantak akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir tahun lalu.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Senin (19/01), Sudaryono menegaskan bahwa instruksi Presiden Prabowo Subianto sangat jelas: pemulihan harus dilakukan cepat dan menyeluruh agar petani bisa segera kembali ke sawah.

“Urusan mengayomi masyarakat tidak boleh berhenti karena bencana. Presiden Prabowo langsung ambil tindakan cepat lewat Kementerian Pertanian dengan menggelontorkan dana 1,5 triliun rupiah untuk pemulihan total,” tulis Sudaryono.

Petani Digaji Perbaiki Sawah Sendiri

Sudaryono menjelaskan bahwa dana jumbo tersebut dibagi secara rinci. Sebagian besar dialokasikan untuk rehabilitasi ribuan hektare lahan dan irigasi yang jebol, serta pengadaan benih, pupuk, hingga penggantian alat mesin pertanian yang hanyut terbawa arus.

Namun, poin paling krusial dari skema pemulihan ini adalah penerapan sistem padat karya. Sudaryono menyebut pemerintah tidak menyewa kontraktor luar untuk memperbaiki kerusakan, melainkan memberdayakan para petani korban bencana itu sendiri.

“Perbaikan sawah dan irigasi yang rusak dikerjakan langsung oleh para petani pemilik lahan tersebut. Jadi, petani memperbaiki asetnya sendiri, tapi tenaganya dibayar tunai oleh pemerintah,” jelasnya.

Jaga Ekonomi Desa Tetap Berputar

Skema ini dinilai sebagai langkah cerdas (smart solution). Sudaryono menyebut, meski petani mengalami gagal panen akibat bencana, mereka tetap memiliki pemasukan harian dari upah memperbaiki sawah mereka sendiri.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga perputaran ekonomi di tingkat desa sekaligus memulihkan mental para petani.

“Ekonomi desa tetap berputar, dan mental petani bangkit karena merasa dilibatkan langsung dalam pemulihan tanah kelahirannya,” pungkas politisi Partai Gerindra tersebut.