Lawan Dominasi ‘9 Naga’, Menkop Ferry Juliantono Targetkan Cetak 900 Pengusaha Muslim Baru

Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono/IG

Jakarta, Generasi.co — Menteri Koperasi Ferry Juliantono melempar jargon segar untuk membakar semangat kebangkitan ekonomi umat. Ia menegaskan, peta persaingan bisnis di Indonesia tidak boleh lagi hanya dikuasai oleh kelompok konglomerat tertentu yang kerap dijuluki ‘9 Naga’.

Melalui gerbong Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry menantang seluruh elemen syariah untuk tidak berpuas diri dengan kondisi saat ini. Ia menargetkan lahirnya ratusan gurita bisnis baru dari kalangan muslim untuk menyeimbangkan ekosistem ekonomi nasional.

“Jika ada 9 naga dan 9 haji, maka saya katakan jangan hanya 9 haji. Kalau perlu harus lahir 90 bahkan 900 pengusaha muslim baru dari gerakan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES),” tegas Ferry lewat pernyataan di akun Instagram resminya, Kamis (28/5/2026).

Bongkar Paradigma: Dari Sektor Finansial ke Sektor Riil

Ferry menilai, selama ini ekonomi syariah kerap kali hanya diidentikkan dengan produk-produk perbankan, asuransi, atau sektor finansial semata. Padahal, kunci perputaran ekonomi yang sesungguhnya berada di sektor riil—mulai dari perdagangan, pertanian, hingga industri manufaktur halal.

Oleh karena itu, ia mendesak agar seluruh sumber daya finansial yang dimiliki lembaga keuangan syariah saat ini tidak mengendap di atas kertas, melainkan harus dikucurkan secara produktif untuk mendanai para pengusaha lokal di berbagai daerah.

MES Sebagai Ruang Kolaborasi Inklusif

Untuk mewujudkan target ambisius tersebut, Ferry meminta MES bertransformasi total menjadi wadah kerja sama yang cair dan inklusif. Wadah ini tidak boleh eksklusif atau bergerak sendiri-sendiri, melainkan harus mampu mempertemukan berbagai aktor strategis dalam satu ritme perjuangan:

  • Pemerintah & Regulator: Sebagai pembuat kebijakan yang memayungi hukum dan kemudahan izin usaha.
  • Pelaku Usaha & Komunitas: Menjadi motor penggerak lapangan kerja dan inovasi produk halal di lapangan.
  • Akademisi: Menyokong riset dan pengembangan teknologi agar produk lokal mampu bersaing secara global.

“Kita meyakini ke depan ekonomi syariah akan semakin kuat dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki lembaga keuangan syariah agar benar-benar hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang nyata dan produktif,” pungkas Ferry.

Langkah ini diharapkan mampu memicu efek domino bagi pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus membuktikan bahwa sistem syariah bukan sekadar alternatif keagamaan, melainkan solusi konkret bagi pemerataan kesejahteraan bangsa.