Muzani Sampaikan Harapan Indonesia agar Iran Tempuh Jalur Damai dengan AS

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Muzani/Ist.

Generasi.co, Jakarta – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan harapan rakyat Indonesia kepada Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf agar mengedepankan penyelesaian damai atas ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat melalui jalur dialog dan diplomasi.

Harapan tersebut disampaikan Muzani saat bertemu Ghalibaf di Masyhad, Iran, pekan lalu, usai menghadiri pemakaman sebagai utusan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami sampaikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat mencintai perdamaian. Meskipun dalam kondisi yang berat, kami berharap ketegangan dan peperangan ini dapat dicarikan solusinya,” kata Muzani usai kunjungan ke Mahkamah Agung di Jakarta, Selasa.

Menurut Muzani, Indonesia meyakini Ghalibaf dapat berperan dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai. Ia menyebut pesan tersebut merupakan harapan rakyat Indonesia sekaligus masyarakat internasional agar konflik tidak berlanjut.

“Kami tidak meragukan komitmen beliau untuk menghentikan perang. Itu yang kami sampaikan kepada Mohammad Ghalibaf saat bertemu di Masyhad,” ujarnya.

Muzani mengatakan Indonesia juga meyakini Iran memiliki komitmen untuk menyelesaikan berbagai perbedaan melalui diplomasi dan dialog, bukan melalui konflik bersenjata.

Dalam kunjungannya ke Masyhad, Muzani mengaku tidak melihat situasi yang mencerminkan sebuah negara sedang berada dalam kondisi perang. Aktivitas masyarakat, menurutnya, tetap berlangsung normal.

“Masyarakatnya aktivitas seperti biasa, dan tidak ada terlihat ada kekuatan bersenjata ataupun militer yang mencolok di tengah-tengah kehidupan rakyat Masyhad,” katanya.

Selain membahas upaya penyelesaian konflik, pertemuan tersebut juga menyinggung distribusi kapal-kapal pengangkut minyak Indonesia yang melintasi Selat Hormuz. Namun, Muzani mengatakan pembahasan teknis mengenai isu tersebut lebih banyak dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dengan mitranya dari Iran.

“Soal itu juga dibicarakan tentang distribusi kapal-kapal Indonesia, tapi itu lebih banyak dibicarakan oleh Menlu saya kira. Ketika menlu dan menlu bertemu,” ujarnya.