Lestari Moerdijat: Anak Muda Kreatif, Tapi Ekosistem Digital Belum Siap

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat/X

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengingatkan bahwa kreativitas dan kemampuan adaptasi anak bangsa terancam tidak maksimal jika tidak didukung oleh ekosistem teknologi yang memadai.

Wanita yang akrab disapa Rerie ini menilai, secara individual, generasi muda Indonesia sebenarnya sudah memiliki modal dasar yang kuat. Namun, tantangan muncul karena ketidaksiapan lingkungan pendukung.

“Sejatinya secara individu generasi muda memiliki modal dasar kemampuan adaptasi dan kreativitas saat menghadapi cepatnya perkembangan teknologi. Namun ekosistem yang belum sepenuhnya siap, menyebabkan muncul beragam tantangan yang harus segera diatasi,” kata Lestari dalam keterangannya, Sabtu (17/01).

Kesenjangan Literasi Digital

Rerie menyoroti data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) periode 2023-2024 yang menunjukkan penetrasi internet di Indonesia mencapai 79,5 persen. Bahkan, di kalangan remaja (13-18 tahun) perkotaan, angkanya nyaris menyentuh 100 persen.

Namun, tingginya akses tersebut belum berbanding lurus dengan kecakapan pengguna. Merujuk Survei Literasi Digital Indonesia 2023, indeks literasi digital nasional masih berada di kategori “sedang” (skala 3,84). Aspek keamanan digital (3,52) dan kecakapan digital (3,44) tercatat masih relatif rendah.

Menurut Anggota Komisi X DPR RI ini, ketimpangan tersebut harus dijawab dengan langkah nyata melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan industri teknologi.

Dorong Jadi Pencipta Teknologi

Politisi Partai NasDem ini mendesak agar pemerataan infrastruktur digital, perbaikan kurikulum, serta penguatan etika digital segera direalisasikan. Tujuannya agar anak muda Indonesia tidak sekadar menjadi pasar.

“Dengan kesiapan yang matang, menghadapi perkembangan teknologi yang cepat saat ini generasi penerus bangsa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta dan pengendali teknologi di masa depan,” pungkasnya.