Tokyo, Generasi.co — Lawatan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Tokyo, Jepang, pada Minggu malam (29/3/2026) diwarnai momen istimewa. Setibanya di hotel tempatnya bermalam, Kepala Negara tidak hanya disambut antusias oleh para diaspora, tetapi juga mendapat penghormatan khusus dari jajaran perwira muda dan taruna militer Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di National Defence Academy (NDA) Jepang.
Momen hangat tersebut memperlihatkan barisan taruna yang berdiri tegap dan rapi, menyambut langsung kedatangan Panglima Tertinggi mereka di negeri sakura.
Apresiasi Keberlanjutan Beasiswa Pertahanan
Bagi para taruna, pertemuan ini bukan sekadar ajang sapa, melainkan kesempatan menyampaikan rasa terima kasih atas kebijakan strategis pemerintah di sektor pendidikan pertahanan.
Letnan Dua Teknik Farel Octandrian, perwira lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 2025 yang kini menempuh pendidikan S1 di NDA berkat program beasiswa luar negeri, mengaku perjumpaan ini adalah sebuah kehormatan besar.
“Untuk Bapak Presiden, kami ingin berterima kasih. Atas usaha Bapak, kami bisa terus berlanjut untuk beasiswa NDA ini. Untuk ke depannya, semoga program ini bisa terus berlanjut sampai ke adik-adik kami. Terima kasih, Bapak,” ungkap Letda Farel di hadapan Presiden.
Instruksi Langsung Presiden: Jaga Nama Baik Bangsa
Di tengah suasana yang akrab, Presiden Prabowo menyempatkan diri berdialog langsung dengan para perwira muda dari tiga matra TNI tersebut. Ia menanyakan perkembangan pendidikan mereka dan menitipkan instruksi tegas.
Berikut adalah perwakilan taruna NDA yang berkesempatan berdialog langsung dengan Presiden:
- Letda Tek Farel Octandrian (TNI AU): Menjalani studi S1 melalui beasiswa pertahanan luar negeri.
- Letda Laut (P) Dhani Fathurrachman (TNI AL): Menempuh pendidikan spesifik di bidang ilmu bumi dan kelautan (earth and oceanography).
- Letda Arh Irsyad Farhan Mahendra (TNI AD): Mewakili taruna matra darat yang tengah menghadapi tantangan studi militer di Jepang.
Menurut Letda Dhani, Presiden memberikan pesan moral yang kuat agar para taruna tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar di luar negeri. “Bapak Presiden berpesan kepada kami untuk tetap belajar, semangat, dan bawa nama baik Indonesia,” jelas Dhani.
Hal senada diungkapkan oleh Letda Irsyad. Baginya, instruksi singkat dari Presiden menjadi bahan bakar semangat untuk menaklukkan kerasnya pendidikan militer di Jepang. Ia bertekad membawa pulang ilmu yang didapat untuk membangun postur pertahanan Indonesia yang lebih kuat.
“Harapan dari saya, apa pun yang saya pelajari di sini bisa diaplikasikan di Indonesia untuk memajukan bangsa dan negara,” pungkas Irsyad penuh optimisme.










