Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, melepas ekspor kopi produksi Koperasi Gunung Luhur Berkah sebanyak 5 kontainer atau setara 96 ton ke Aljazair, di Subang, Jawa Barat, Sabtu (17/01).
Ferry menegaskan bahwa pengiriman ini bukan sekadar aktivitas perdagangan biasa, melainkan pembuktian nyata bahwa koperasi Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar global.
“Ini bukan sekadar pengiriman komoditas, tetapi bukti bahwa koperasi Indonesia mampu bersaing di pasar global,” ujar Ferry dalam keterangannya.
Tembus Pasar 6 Negara
Koperasi Gunung Luhur Berkah mencatatkan rekor impresif. Dalam dua tahun terakhir, koperasi yang berbasis di Desa Cisalak ini sukses menembus pasar di enam negara. Total volume ekspor mereka mencapai 964,2 ton dengan nilai transaksi lebih dari USD 4,6 juta.
Ferry menilai keberhasilan ini tak lepas dari kemampuan koperasi mengonsolidasikan lebih dari 450 anggota dan menyerap 1.200 tenaga kerja.
Koperasi ini dinilai berhasil menstandarkan mutu produk, menyederhanakan rantai distribusi, serta memastikan nilai tambah ekonomi kembali ke tangan petani, bukan habis di perantara.
Model Percontohan Nasional
Didampingi Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi dan Dirut LPDB Krisdiyanto, Ferry berharap model bisnis yang dijalankan Koperasi Gunung Luhur Berkah dapat diduplikasi oleh koperasi produsen lain di seluruh Indonesia.
Sinergi yang dibangun dengan Kementerian Perdagangan dan pihak perbankan dinilai menjadi kunci sukses dalam mengangkat komoditas lokal ke panggung internasional.
“Dengan pengelolaan yang profesional dan kolaborasi yang kuat, koperasi mampu mengangkat komoditas unggulan daerah menembus pasar internasional dan menghadirkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas Ferry.
Turut hadir dalam pelepasan ekspor tersebut Dirjen Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Catur Endah Prasetiani, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, Direktur Utama Bank BJB Ayi Subarna, serta Ketua Koperasi Gunung Luhur Berkah Miftahudin Shaf.










