Generasi.co, Bogor – Presiden Prabowo Subianto mengatakan Universitas Republik Indonesia (URI) dibentuk untuk menjaring lulusan terbaik dari berbagai universitas yang akan dipersiapkan menjadi pegawai kementerian/lembaga dan aparatur negara.
Prabowo mengatakan URI akan menyeleksi lulusan dari berbagai universitas berdasarkan hasil pengujian. Lulusan dengan IQ tertinggi setiap tahun akan dikumpulkan untuk mengikuti pendidikan di URI.
“Kita testing yang terbaik dari setiap lulusan semua universitas. Tiap tahun, IQ yang tertinggi itu yang kita kumpulkan dan ini yang akan kita siapkan di situ (URI, red.). Jadi, ini salah satu upaya kita,” kata Prabowo dalam wawancara khusus di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagaimana disiarkan Badan Komunikasi Pemerintah RI di Jakarta, Kamis.
Menurut Prabowo, URI tidak hanya diarahkan untuk menjaring sumber daya manusia (SDM) terbaik. Universitas tersebut juga disiapkan untuk memperbaiki proses rekrutmen, evaluasi, pembinaan, dan persiapan aparatur pemerintahan.
“Langkah apa untuk memperbaiki, rekrutmen, evaluasi, pembinaan, persiapan. Itu yang kita lakukan. Makanya, antara lain, saya bentuk Universitas Republik Indonesia,” ujar Prabowo.
URI juga dirancang membawahi sejumlah lembaga yang berkaitan dengan pengembangan kepemimpinan dan administrasi pemerintahan. Salah satunya Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang menurut Prabowo akan diperbarui dan ditempatkan di bawah URI.
“URI ini nanti akan punya lembaga-lembaga, antara lain LAN. Lembaga Administrasi Negara ini mau kita revamp di bawah URI,” kata dia.
Selain menyiapkan lulusan terbaik, URI akan diarahkan menjadi tempat pendidikan khusus bagi calon pemimpin pemerintahan. Prabowo menyebut kemungkinan pembentukan akademi bagi calon gubernur, bupati, hingga direktur jenderal di kementerian.
“Akademi Gubernur. Akademi Bupati, dan sebagainya, mungkin di bawah URI juga, dan juga mungkin Akademi Dirjen. Sebelum dia masuk jabatan harus di-gembleng,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan pendidikan khusus tersebut diperlukan agar pemerintahan berjalan sinkron, baik dalam hubungan antarkementerian dan lembaga maupun antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pejabat negara, kata dia, harus memiliki kemampuan, kesiapan, dan integritas.
“Kita harus berani, dalam arti, jangan ada birokrat yang untouchable (tidak tersentuh, red.). Kemarin-kemarin ada. Entah dia sinkron sama menteri, penguasa, dan sebagainya. Ada dirjen yang tidak bisa disentuh,” kata Prabowo.
Prabowo membentuk URI pada Juli 2026 dan menunjuk Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia. Donny juga menjabat Wakil Menteri Pertahanan.
Di lingkungan URI, Donny dibantu Profesor Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.










