Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional tidak bisa hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi semata. Ia menegaskan, pertumbuhan yang tinggi menjadi kurang bermakna jika tidak dibarengi dengan pemerataan yang dirasakan seluruh rakyat.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/01).
Prabowo menilai sebuah sistem negara harus memiliki keberanian untuk memastikan manfaat pembangunan menetes hingga ke lapisan terbawah, bukan hanya dinikmati segelintir pihak.
“Pertumbuhan harus disertai pemerataan. Suatu sistem yang tidak cepat mengusahakan pemerataan adalah sistem yang kurang bermanfaat bagi sebuah bangsa,” ujar Prabowo.
Kembali ke Amanat Konstitusi
Kepala Negara menekankan bahwa setiap kebijakan pemerintah harus berlandaskan pada tujuan bernegara dalam Pembukaan UUD 1945, yakni memajukan kesejahteraan umum dan melindungi segenap bangsa.
“Tujuan kita merdeka adalah membawa kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal itu berkali-kali digariskan oleh para pendiri bangsa,” tegasnya.
Terkesima Kemampuan Siswa
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan yang mewujudkan program Sekolah Rakyat. Ia mengaku terkesan melihat anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan akses kini memiliki kompetensi yang membanggakan.
“Terus terang saya terkesima hari ini. Ada anak-anak yang mampu berpidato dalam beberapa bahasa, luar biasa. Anak-anak yang tadinya mungkin sulit bersekolah, kini memiliki harapan,” ungkap Presiden.
Ia berharap program ini menjadi fondasi lahirnya generasi unggul yang siap bersaing secara global, sekaligus bukti kehadiran negara dalam mewujudkan keadilan sosial.










