Prabowo Sebut Koperasi Jadi Alat Ekonomi Orang Lemah dan Miskin

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Biodiesel B50 bertajuk "Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional" di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Generasi.co, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan koperasi harus menjadi kekuatan ekonomi rakyat, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan modal dan akses ekonomi.

Menurut Prabowo, koperasi merupakan alat bagi orang lemah dan miskin untuk membangun kekuatan bersama. Ia mengibaratkan koperasi seperti sapu lidi yang tidak memiliki kekuatan jika berdiri sendiri, tetapi menjadi kuat ketika dikumpulkan.

“Koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya orang miskin. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi, satu lidi, satu lidi, satu lidi lemah, tapi bergabung itu kekuatan saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo saat berpidato dalam puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Presiden meyakini gerakan koperasi akan berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan koperasi akan membuat aktivitas ekonomi semakin dekat dengan masyarakat.

Prabowo mengatakan kekuatan ekonomi yang dibangun melalui koperasi tidak akan dibawa keluar negeri, melainkan tetap berputar di dalam negeri dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya ingin lihat tampang-tampang koperasi ini. Muka-muka kalian bukan muka orang yang bawa lari uang ke luar negeri itu. Betul,” ucap Prabowo.

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa perkembangan ekonomi rakyat harus memberikan dampak hingga tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten. Menurut dia, perputaran ekonomi yang dekat dengan masyarakat akan memperkuat kesejahteraan rakyat.

Prabowo menyebut dirinya mendapat laporan bahwa saat ini semakin banyak petani yang memiliki kemampuan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Tapi nggak ada masalah, saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri, nggak apa-apa, libur boleh. Kapan lagi petani libur ke luar negeri? Sekarang. Karena kita akan buat petani, nelayan, buruh makmur,” jelasnya.

Prabowo menegaskan pemerintah tetap akan menjaga keberadaan perusahaan besar meski koperasi terus diperkuat. Menurutnya, penguatan koperasi bukan bertujuan mematikan usaha besar, melainkan mengembalikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

“Kita akan balikkan, kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita kembalikan sekarang. Ekonomi akan turun ke rakyat,” sambungnya.