Prajurit TNI Gugur Dihantam Israel di Lebanon, Pimpinan DPR Dasco Layangkan Kecaman Keras

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad/Gerindra

Jakarta, Generasi.co — Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melayangkan kecaman keras terhadap serangan militer Israel di Lebanon yang menewaskan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), Praka Farizal Rhomadhon. Insiden berdarah ini dinilai sebagai bentuk ancaman nyata yang membahayakan seluruh elemen pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di zona konflik.

Melalui pernyataan resminya pada Senin (30/3/2026), Dasco yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Partai Gerindra ini mewakili pimpinan parlemen menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit asal Batalyon Infanteri 113 Jaya Sakti Kodam Iskandar Muda tersebut.

“Saya turut mengecam keras insiden yang menewaskan Praka Farizal. Serangan ini sebagai bagian dari rangkaian kejadian yang membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah konflik,” tegas Dasco.

Gugur sebagai Prajurit Sejati

Di tengah memanasnya situasi di perbatasan Lebanon, Dasco memberikan penghormatan tertinggi kepada almarhum yang tengah menjalankan misi luhur United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ia menyebut Praka Farizal sebagai pahlawan perdamaian. “Beliau merupakan sosok prajurit sejati yang telah mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara, dengan dedikasi, keteladanan, serta pengabdian tanpa pamrih untuk Indonesia,” ujar Dasco, seraya mendoakan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Konfirmasi Resmi Kemenhan: Total 4 Prajurit Jadi Korban

Secara terpisah, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI secara resmi membenarkan jatuhnya korban dari pihak Satgas Kontingen Garuda (Konga) TNI akibat gempuran artileri di Lebanon.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, merinci total korban dari insiden mematikan tersebut:

  • 1 Prajurit Gugur (Meninggal dunia).
  • 1 Prajurit Luka Berat (Dalam kondisi kritis).
  • 2 Prajurit Luka Ringan.

Brigjen Rico memastikan bahwa seluruh prajurit yang terluka telah dievakuasi dan sedang mendapatkan penanganan medis intensif.

“Peristiwa terjadi di tengah saling serang artileri antara pihak-pihak yang berkonflik. Proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL, dan perkembangan lebih lanjut terkait operasional akan disampaikan oleh Mabes TNI,” pungkas Rico.

Insiden ini diprediksi akan memicu tekanan diplomatik yang lebih besar dari Indonesia terhadap Israel di forum internasional, mengingat status pasukan perdamaian yang seharusnya dilindungi oleh hukum humaniter internasional.