Siswa Sekolah Rakyat Jadi Paskibraka Nasional, Prasetyo: Semua Punya Kesempatan

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi selaku Ketua Panitia Negara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mengapresiasi partisipasi publik dalam proses pemilihan logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI . Foto: BPMI Setpres

Generasi.co, Jakarta – Terpilihnya siswa Sekolah Rakyat sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026 dinilai Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebagai bukti kesempatan berprestasi terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa melihat kondisi ekonomi keluarga.

Prasetyo mengatakan terpilihnya siswa Sekolah Rakyat menunjukkan seleksi Paskibraka didasarkan pada kompetensi dan kerja keras, bukan kemampuan ekonomi.

“Sudah tidak lagi kemudian membeda-bedakan kita ini berasal dari mungkin keluarga yang lebih mampu atau yang tidak mampu. Semua berbasis kompetensi, semua berbasis kerja keras,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Siswa Sekolah Rakyat yang terpilih tersebut adalah Ismi Ulfaida dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ismi menjadi salah satu perwakilan Sulawesi Barat bersama M. Deni Fikri dari UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo.

Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Rima Agristina sebelumnya menyebut Ismi menjadi siswa Sekolah Rakyat pertama yang terpilih sebagai calon Paskibraka tingkat nasional untuk upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Alhamdulillah ada satu calon Paskibraka ini yang berasal dari Sekolah Rakyat,” kata Rima saat meninjau latihan gabungan Paskibraka di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8).

Prasetyo mengaku bangga dan terharu ketika mengetahui ada siswa Sekolah Rakyat yang lolos sebagai calon Paskibraka nasional.

“Ketika kami pun mendapatkan informasi bahwa ada salah satu yang lolos adik-adik Paskibra ini yang ternyata berasal dari Sekolah Rakyat, ya kita terus terang juga ikut bangga, ikut terharu,” ujarnya.

Dia mengatakan Presiden Prabowo Subianto kemungkinan belum mengetahui informasi mengenai terpilihnya siswa Sekolah Rakyat tersebut. Pemerintah juga tidak mengikuti secara rinci seluruh proses seleksi Paskibraka yang berlangsung di 38 provinsi.

Prasetyo mengatakan tugas sebagai anggota Paskibraka tingkat nasional bukan perkara mudah. Para calon anggota harus menjalani latihan fisik secara intensif sekaligus mempersiapkan mental untuk menjalankan tugas di hadapan masyarakat Indonesia.

Menurut dia, tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik. Setiap anggota harus mampu menjaga konsentrasi dan ketepatan gerakan saat menjalankan tugas.

“Saudara nanti akan harus tampil ya, tidak boleh salah, tidak boleh ada yang keliru, dan di benak Anda, Anda berpikir bahwa Anda disaksikan oleh seluruh bangsa Indonesia, itu bukan sesuatu hal yang mudah,” katanya.

Prasetyo mengajak masyarakat memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalani proses panjang hingga dipercaya mengemban tugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Marilah kita semua lebih banyak untuk kita memandang sesuatu itu dari sisi yang positif. Bahwa ada kekurangan, ya, bahwa ada mungkin yang belum sempurna, iya, tapi segala hal profesi kita apa pun, bidang kita apa pun, itu segala sesuatunya perlu diapresiasi dan perlu kita hargai,” ujarnya.

Rima berharap keterlibatan Ismi dalam Paskibraka tingkat nasional dapat menjadi penyemangat bagi siswa Sekolah Rakyat lainnya untuk mengikuti kegiatan kepaskibrakaan pada tahun-tahun berikutnya.