Tinjau Command Center Agrinas, Menkop Ferry Pastikan 2.700 Gerai Koperasi Merah Putih Rampung 100 Persen

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono/IG

Jakarta, Generasi.co — Menteri Koperasi (Menkop) RI, Ferry Juliantono, melakukan peninjauan langsung ke fasilitas command center milik PT Agrinas Pangan Nusantara guna memantau progres pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Menkop Ferry didampingi langsung oleh Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. Fasilitas pusat kendali ini difungsikan khusus untuk mengawasi dan memastikan proyek infrastruktur ritel ekonomi keumatan berjalan sesuai target.

Berdasarkan pantauan real-time dari command center, Ferry memaparkan angka perkembangan fisik yang dinilainya sangat positif.

Berikut adalah rincian progres pembangunan gerai jaringan Koperasi Merah Putih per pertengahan Maret 2026:

  • Tahap Pembangunan (Konstruksi): Lebih dari 32.000 gerai sedang dalam proses pengerjaan.
  • Selesai Fisik (Rampung): Sekitar 2.700 gerai telah mencapai progres 100%.

“Ini merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan. Seluruh gerai ini merupakan bagian dari penguatan jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang akan menjadi tulang punggung distribusi ekonomi rakyat di desa dan kelurahan,” ungkap Ferry melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Akselerasi Operasional Pasca-Lebaran

Melihat tren pembangunan yang masif, Menkop Ferry optimistis operasionalisasi jaringan ritel raksasa ini dapat segera dikebut. Ia menargetkan langkah percepatan yang lebih intensif akan langsung dieksekusi usai periode libur Lebaran.

Sebagai langkah persiapan, Kementerian Koperasi bersama PT Agrinas Pangan Nusantara telah menjadwalkan serangkaian rapat koordinasi strategis dalam waktu dekat. Fokus utama konsolidasi ini mencakup tiga aspek krusial:

  1. Penyelesaian pembangunan fisik gerai.
  2. Keandalan dan integrasi sistem distribusi rantai pasok.
  3. Kesiapan operasional SDM di lapangan.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi koperasi agar ekosistem ekonomi di tingkat desa dapat segera terintegrasi dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.