Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membangun optimisme dan cita-cita anak. Menurutnya, ucapan dan doa orang tua dapat memengaruhi semangat serta masa depan anak.
Pesan itu disampaikan Sudaryono saat berkunjung ke Pondok Pesantren Sunan Drajat. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, ia mengajak orang tua untuk tidak menanamkan sikap pesimis kepada anak-anak mereka.
Sudaryono menyoroti anggapan sebagian orang yang mempertanyakan pentingnya pendidikan tinggi dengan mencontohkan tokoh-tokoh sukses seperti Mark Zuckerberg atau Elon Musk yang kerap disebut berhasil tanpa menempuh jalur pendidikan formal hingga tuntas.
Namun, ia menilai contoh tersebut merupakan pengecualian yang tidak bisa dijadikan patokan umum.
“Berapa banyak manusia di bumi? Miliaran. Berapa orang sukses tanpa ijazah? Bisa dihitung jari. Mereka pengecualian. Bukan hal baku,” ujar Sudaryono.
Ia menegaskan bahwa rajin belajar, bekerja keras, dan disiplin memang tidak menjamin kesuksesan secara mutlak. Meski demikian, kebiasaan tersebut dinilai dapat memperbesar peluang seseorang untuk mencapai keberhasilan.
“Rajin belajar, kerja keras, disiplin, semuanya tak memberi jaminan sukses 100 persen. Tidak ada kepastian. Namun, kebiasaan baik itu memperbesar peluang kita menembus kesuksesan,” katanya.
Sudaryono juga mengingatkan agar orang tua tidak mengeluarkan perkataan yang dapat mematahkan semangat anak. Menurutnya, ucapan orang tua memiliki pengaruh besar karena dapat menjadi doa bagi masa depan anak.
“Perkataan pesimis melumpuhkan semangat anak seketika. Parahnya lagi, ucapan orang tua mengalir langsung menjadi doa. Kenapa harus menyumpah? Lebih baik doakan hal besar,” ujarnya.
Ia mendorong orang tua untuk berani memanjatkan doa dan harapan setinggi mungkin bagi anak-anak mereka, termasuk mendoakan agar kelak menjadi pemimpin bangsa atau berkiprah di tingkat internasional.
“Doakan anakmu duduk di kursi menteri. Doakan ia memimpin perserikatan bangsa-bangsa. Tidak ada larangan bermimpi besar,” kata Sudaryono.
Menurut dia, masa depan anak kerap berawal dari motivasi, dukungan, dan doa yang diberikan keluarga sejak dini.
“Beri motivasi. Tuturkan kalimat baik. Masa depan bermula ketika bibir orang tua memanjatkan doa,” ujarnya.










