Jakarta, Generasi.co — Kementerian Koperasi bergerak cepat untuk membenahi sengkarut dan tantangan pengelolaan tenaga kerja di sektor maritim. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menggelar pertemuan strategis dengan jajaran Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) alias Pelindo untuk merombak tata kelola Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di lingkungan pelabuhan seluruh Indonesia.
Pertemuan audiensi yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026) tersebut berfokus pada upaya transformasi agar koperasi pekerja pelabuhan tidak lagi dipandang sebelah mata dan mampu beradaptasi dengan digitalisasi.
Dalam tatap muka tersebut, Menkop Ferry Juliantono didampingi oleh Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Henra Saragih, serta dua Staf Khusus Menkop, Niko Nararya dan Wahyono Suparno.
Bedah Masalah Koperasi TKBM: Produktivitas vs Usia Pekerja
Ferry mengakui bahwa modernisasi pelabuhan saat ini sering kali berbenturan dengan kesiapan riil para pekerja bongkar muat di lapangan. Ada sejumlah rapor merah dan tantangan mendasar yang dibahas bersama Direktur Utama Pelindo, di antaranya:
- Kualitas SDM: Standar kompetensi pekerja yang dinilai masih perlu banyak peningkatan demi keselamatan dan efisiensi kerja.
- Tingkat Pendidikan: Rendahnya rata-rata tingkat pendidikan formal pekerja yang menyulitkan proses transisi ke sistem pelabuhan digital.
- Faktor Usia (Daya Saing): Dominasi usia tenaga kerja yang menua di sektor bongkar muat, yang berdampak langsung pada penurunan produktivitas fisik di lapangan.
Target Jadi Koperasi Modern, Bukan Cuma Makelar Buruh
Merespons jajaran kendala tersebut, Kementerian Koperasi berkomitmen untuk turun tangan melakukan pembinaan intensif. Ferry menegaskan bahwa paradigma lama Koperasi TKBM yang hanya bertindak sebagai penyalur atau penyedia tenaga kerja kasar harus segera diakhiri.
“Kementerian Koperasi akan terus memperkuat pembinaan koperasi TKBM agar semakin profesional, adaptif, dan memiliki tata kelola yang baik. Koperasi TKBM tidak boleh hanya berfokus pada penyediaan tenaga kerja bongkar muat,” tegas Ferry melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Lebih lanjut, Ferry menargetkan Koperasi TKBM ke depan harus bermutasi menjadi entitas bisnis modern yang mandiri. Dengan tata kelola yang profesional, koperasi ini diharapkan mampu menjadi pilar penyokong utama yang mendukung efisiensi ekosistem logistik nasional, sehingga biaya logistik di Indonesia bisa semakin ditekan dan memiliki daya saing tinggi di kancah internasional.










