Gara-Gara ‘Mabar’ Saat Rapat Stunting, Mahkamah Partai Gerindra Sidangkan Ahmad Syahri Hari Ini!

Anggota Komisi D DPRD Jember, Ahmad Syahri Assidiqi/X

JAKARTA, Generasi.co — Partai Gerindra bergerak cepat merespons kegaduhan yang dipicu oleh kadernya di Jember. Majelis Kehormatan Partai (MKP) atau Mahkamah Partai Gerindra dijadwalkan menggelar sidang etik terhadap anggota Komisi D DPRD Jember, Ahmad Syahri Assidiqi, pada Jumat (15/5/2026).

Sidang ini merupakan buntut dari rekaman video viral yang memperlihatkan Syahri tengah asyik bermain game dan merokok di saat rapat resmi berlangsung. Partai berlambang kepala garuda ini tampaknya tidak ingin membuang waktu dan menargetkan keputusan sanksi akan langsung dikeluarkan pada hari yang sama.

Dipimpin Langsung oleh Habiburokhman

Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra, Habiburokhman, mengonfirmasi bahwa dirinya akan memimpin langsung jalannya persidangan tersebut. Langkah ini menunjukkan keseriusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra dalam menjaga disiplin dan marwah partai di mata publik.

Beberapa poin penting mengenai agenda persidangan hari ini:

  • Waktu Pelaksanaan: Sidang dimulai pada pukul 14.00 WIB.
  • Lokasi: Ruang Sidang Majelis Kehormatan/Mahkamah Partai Gerindra, Jakarta.
  • Target Keputusan: Putusan atau sanksi akan diumumkan segera setelah sidang selesai pada sore atau malam ini.
  • Kepemimpinan: Habiburokhman hadir langsung sebagai pembuat keputusan utama dalam sidang etik tersebut.

Kronologi: Game ‘Clash of Clans’ dan Asap Rokok di Ruang AC

Kasus ini memicu kemarahan publik setelah Ahmad Syahri Assidiqi terekam kamera sedang asyik bermain mobile game populer, Clash of Clans (CoC). Ironisnya, aksi tersebut dilakukan saat gedung DPRD Jember tengah menggelar rapat serius yang membahas penanganan stunting—sebuah isu krusial yang menyangkut kesehatan anak-anak dan masa depan bangsa.

Selain bermain game, Syahri juga kedapatan merokok di dalam ruangan ber-AC yang seharusnya menjadi area bebas asap rokok. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap etika jabatan dan kurangnya empati terhadap isu yang sedang diperdebatkan dalam forum resmi kedewanan.

Komitmen Gerindra pada Disiplin Kader

Habiburokhman menegaskan bahwa Partai Gerindra tidak akan menoleransi perilaku kader yang merusak citra partai dan mengabaikan tanggung jawab kepada rakyat. Sidang maraton yang membuahkan hasil dalam sehari ini diharapkan menjadi pesan kuat bagi seluruh kader Gerindra di Indonesia agar tetap fokus pada tugas kedewanan.

“Putusan akan dikeluarkan hari ini juga,” tegas Habiburokhman, mengisyaratkan bahwa nasib politik Ahmad Syahri di internal partai akan ditentukan dalam hitungan jam.