Lestari Moerdijat Dorong Data Kebudayaan Akurat untuk Pembangunan Nasional

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya inklusivitas dan perluasan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dalam pembangunan nasional/MPR RI

Jakarta, Generasi.co — Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa perumusan kebijakan dan pembangunan nasional tidak bisa lagi mengabaikan sektor kebudayaan. Ia mendesak pemerintah untuk menyusun kebijakan strategis yang berlandaskan data kebudayaan yang akurat guna memastikan warisan leluhur dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.

Politikus Partai NasDem tersebut menyoroti bahwa penguatan basis budaya masyarakat hanya bisa terwujud jika ada pelibatan aktif dari masyarakat di tingkat akar rumput dan para pelaku budaya itu sendiri.

“Mendorong partisipasi aktif masyarakat dan pelaku budaya dalam proses pembangunan sangat penting dalam penguatan basis budaya masyarakat. Data kebudayaan yang akurat sangat penting sebagai dasar penerapan kebijakan yang tepat di masa datang,” kata perempuan yang akrab disapa Rerie tersebut dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).

Sinergi Strategis Pemerintah dan Lonjakan Aset Budaya

Pentingnya tata kelola data ini sejalan dengan langkah taktis yang telah diambil oleh Kementerian Kebudayaan dan Badan Pusat Statistik (BPS). Sejak 2025, kedua lembaga negara tersebut telah menjalin nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data statistik di bidang kebudayaan.

Penguatan basis data yang terintegrasi ini langsung berdampak pada pencatatan aset nasional yang kian terukur. Berdasarkan data terbaru hingga tahun 2026, kekayaan budaya Indonesia mencatatkan angka yang signifikan:

  • Cagar Budaya Nasional: Mengalami lonjakan penambahan sebanyak 85 situs, sehingga total keseluruhan kini mencapai 313 situs berskala nasional.
  • Warisan Budaya Tak Benda: Tercatat menembus angka 2.727 entitas yang resmi diakui negara.

Digitalisasi untuk Pemerataan Ekonomi Kerakyatan

Lebih lanjut, Rerie yang juga duduk sebagai anggota Komisi X DPR RI mengingatkan bahwa tumpukan data yang akurat tidak akan bermakna tanpa diimbangi oleh partisipasi publik dalam pemanfaatannya.

Menurut Rerie, upaya pelestarian tidak boleh berhenti pada status proteksi semata. Konservasi cagar budaya dan warisan leluhur wajib dibarengi dengan strategi pemanfaatan yang mempu menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.

Sebagai langkah konkret, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini mendorong penuh upaya digitalisasi warisan budaya. Digitalisasi dinilai sebagai kunci untuk membangun ekosistem data kebudayaan yang transparan, mudah diakses publik, dan berpotensi membuka keran-keran investasi maupun pariwisata yang berkelanjutan di masa depan.