Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Wamentan Sudaryono Kutip Pesan Prabowo: Tak Boleh Ada Lagi Penindasan Rakyat!

Wakil Menteri Pertanian (Wamantan), Sudaryono/IG

NGANJUK, Generasi.co — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membuka “Museum Ibu Marsinah” di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Peresmian monumen bersejarah ini merupakan bentuk penghormatan negara terhadap perjalanan panjang, keringat, dan darah para pekerja Indonesia dalam memperjuangkan hak-haknya.

Momen penuh haru dan sarat makna historis ini turut direkam dan digaungkan oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam pernyataannya, Sudaryono merefleksikan kembali semangat perlawanan Marsinah yang tak lekang oleh waktu sekaligus menegaskan komitmen Presiden terhadap rakyat kecil.

Refleksi Wamentan Sudaryono: Perlawanan yang Menembus Zaman

Melalui unggahannya, Wamentan Sudaryono mengingatkan kembali memori kolektif bangsa tentang sosok pahlawan buruh perempuan yang menjadi simbol perlawanan terhadap kesewenang-wenangan di masa lampau.

“Dulu, ada perempuan tangguh berteriak lantang meminta hak-haknya dipenuhi. Suaranya dibungkam paksa. Namun, semangatnya terus menembus zaman,” tulis Sudaryono dalam takarirnya, mengenang keberanian almarhumah Marsinah.

Kehadiran Museum Ibu Marsinah ini, menurutnya, bukan sekadar simbolis, melainkan pengingat abadi bahwa keadilan sosial adalah hak asasi yang harus dipenuhi oleh negara.

Pesan Tegas Presiden: Setara untuk Buruh, Petani, dan Nelayan

Dalam momentum peresmian tersebut, Presiden Prabowo Subianto membawa pesan kuat tentang kesetaraan kelas sosial. Kepala Negara menegaskan bahwa seluruh elemen pekerja kelas bawah adalah anak bangsa yang berhak mendapatkan perlakuan adil di mata hukum dan ekonomi.

Pemerintahan saat ini berkomitmen penuh untuk menghapus segala bentuk eksploitasi dan penindasan yang mendiskriminasi kaum pekerja. Wamentan Sudaryono merinci kelompok-kelompok yang menjadi fokus perlindungan negara:

  • Petani di ladang
  • Pekerja di pabrik
  • Nelayan di laut

“Bapak Presiden menegaskan buruh, petani, nelayan, semuanya anak bangsa. Mereka berhak mendapat keadilan,” tegas Sudaryono mengutip arahan Presiden.

Janji Pemerintah Berdiri Bersama Kelompok Rentan

Pemerintah menjadikan sejarah kelam masa lalu sebagai pijakan evaluasi dan pelajaran berharga agar tragedi pelanggaran hak asasi pekerja tidak lagi terulang di bumi Nusantara.

Sudaryono menutup unggahannya dengan sebuah janji tegas dari pemerintahan Prabowo Subianto untuk selalu memihak dan menjadi perisai bagi kelompok-kelompok rentan yang selama ini kerap terpinggirkan.

“Tidak boleh ada lagi penindasan. Masa lalu kelam cukup menjadi pelajaran. Pemerintahan saat ini berjanji berdiri bersama kelompok rentan. Kelamnya masa lalu tak boleh terulang, keadilan harus dirasakan semua orang,” pungkasnya.