Yogyakarta, Generasi.co — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap rekam jejak masif Persyarikatan Muhammadiyah dalam membangun Tanah Air. Muzani secara terbuka menegaskan, jika kesadaran seluruh elemen dan elite bangsa meneladani cara kerja Muhammadiyah, Indonesia dipastikan akan melesat menjadi negara yang kuat dan jaya.
Pernyataan apresiatif tersebut disampaikan Muzani saat menghadiri acara Silaturahmi Idul Fitri 1447 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta di SM Tower Malioboro, Ahad (5/4/2026).
Konsisten Satu Abad Urus Tiga Sektor Krusial
Dalam pidatonya, Muzani menyoroti bahwa sejak awal berdirinya, Muhammadiyah tidak pernah melenceng dari rel perjuangan utamanya. Perhatian ormas Islam tersebut selalu tertuju pada pemecahan masalah riil masyarakat melalui tiga sektor vital.
“Tiga itulah yang menjadi concern Muhammadiyah sejak berdirinya sampai sekarang; aspek pendidikan, kesehatan, dan penanganan anak yatim, fakir miskin, serta kelompok mustadh’afin,” beber Muzani di hadapan para tokoh persyarikatan.
Skala Raksasa yang Bikin Terbelalak: Bukti Cinta NKRI
Lebih dari sekadar berteori, Muhammadiyah membuktikannya lewat kerja nyata yang kini telah melintasi usia satu abad. Muzani mengaku terbelalak ketika melihat kalkulasi aset dan amal usaha Muhammadiyah yang tersebar hingga ke pelosok negeri.
Menurutnya, skala kontribusi raksasa tersebut adalah manifestasi mutlak dari kecintaan Muhammadiyah terhadap Republik Indonesia.
“Entah berapa ratus perguruan tinggi, entah berapa ratus rumah sakit, entah berapa ratus bahkan mungkin ribu panti asuhan dan lembaga-lembaga amal lainnya. Cinta Muhammadiyah terhadap Indonesia luar biasa. Begitu cintanya Muhammadiyah terhadap Republik Indonesia ini,” tegas pimpinan lembaga legislatif tersebut.
‘Blueprint’ Kejayaan Negara dan Pintu Surga
Muzani menilai, pergerakan di segala lini yang diinisiasi oleh Muhammadiyah sangat sarat dengan ketulusan dan tingkat pengkhidmatan yang tinggi. Ia memandang kerja keras membangun institusi sosial tersebut sebagai jalan spiritual sekaligus sumbangsih nyata warga persyarikatan bagi peradaban.
“Surga dibangun begitu susah, dan Bapak-bapak menjadikan amal itu sebagai pintu surganya orang Muhammadiyah,” tuturnya.
Menutup orasinya, Muzani melontarkan optimisme tingkat tinggi terkait masa depan bangsa. Ia meyakini bahwa ‘blueprint’ atau cetak biru perjuangan Muhammadiyah adalah kunci nyata bagi kemajuan Indonesia.
“Kalau kesadaran bangsa Indonesia dalam membangun bangsa dan negara, seperti halnya dicontohkan oleh Tuan-tuan Muhammadiyah, Indonesia akan semakin kuat. Indonesia akan semakin maju, dan Indonesia akan semakin jaya,” tukas Muzani.










