Demi Salip Vietnam, Menkop Siapkan Ekosistem Kopi Berbasis Perhutanan Sosial

Biji Kopi/Pexels

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, menegaskan optimisnya bahwa Indonesia mampu bersaing dengan Vietnam untuk merebut posisi sebagai negara eksportir kopi terbesar di dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat melepas ekspor 96 ton kopi produksi Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ke Aljazair, di Subang, Jawa Barat. Menurutnya, capaian ini membuktikan bahwa koperasi bisa menjadi pemain utama di pasar global.

“Bersaing dengan Vietnam untuk menjadi negara eksportir kopi terbesar di dunia bukan lagi mimpi,” tegas Ferry dalam keterangannya, Sabtu (17/01).

Strategi Perhutanan Sosial

Untuk merealisasikan target ambisius tersebut, Ferry menggandeng Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Kabupaten Subang. Strategi utamanya adalah membangun ekosistem kopi berbasis perhutanan sosial.

Lahan-lahan perhutanan sosial akan ditransformasi pengelolaannya melalui koperasi. Selain itu, pemerintah akan mendorong modernisasi proses pengolahan agar kualitas kopi Subang dan daerah lain di Jawa Barat semakin kompetitif.

“Lahan-lahan perhutanan sosial akan ditransformasi melalui koperasi, sekaligus didorong modernisasi proses pengolahan kopi agar kualitas kopi semakin meningkat dan berdaya saing,” jelasnya.

Ferry meyakini, kombinasi antara koperasi yang kuat dan petani yang berdaulat adalah kunci bagi Indonesia untuk mendominasi pasar kopi dunia.

“Inilah jalan kita melalui koperasi yang kuat, petani yang berdaulat, dan Indonesia yang berani menargetkan diri menjadi eksportir kopi terbesar dunia,” pungkasnya.